Temui Bupati Sintang, MA Silit Ajukan SK Pengakuan

SERAHKAN - Masyarakat Adat (MA) Dayak Seberuang Kampung Silit, Desa Nanga Pari, Kecamatan Sepauk, menyerahkan berkas pangajuan pengakuan dan perlindungan keberadaan mereka sebagai entitas Masyarakat Adat di Kabupaten Sintang kepada Bupati Sintang, Jarot Winarno, Selasa (18/8/2020) malam.

SINTANG, insidepontianak.com – Masyarakat Adat (MA) Dayak Seberuang Kampung Silit, Desa Nanga Pari, Kecamatan Sepauk, menyerahkan berkas pangajuan pengakuan dan perlindungan keberadaan mereka sebagai entitas Masyarakat Adat di Kabupaten Sintang kepada Bupati Sintang, Jarot Winarno, Selasa (18/8/2020) malam.

Penyerahan berkas dilakukan oleh sejumlah perwakilan masyarakat adat yang dipimpin langsung Mantri Adat Kampung Silit, Stepanus Kiyai merupakan bagian langkah untuk mendapatkan SK Hutan Adat di daerah dengan luas wilayahnya 5.272, 22 hektar.

Bacaan Lainnya

Dalam perbincangan dengan warga, Bupati menanyakan peta wilayah Silit hasil pemetaan partisipatif yang turut dilampirkan dalam berkas. Bupati Sintang juga menanyakan potensi keanekaragaman hayati ada di hutan wilayah masyarakat.

“Prinsipnya aku kasih semua, asal petanya jelas. Keanekaragaman hayati di sana bagaimana, ada sengkubak ndak?” tanyanya.

Bupati menyambut baik inisiatif Masyarakat Adat Kampung Silit melalui berkas yang diserahkan dan berjanji akan membantu warga menjaga hutannya.

“Hutan itu karunia hutan, kita tidak pernah ada yang mati di hutan. Di rimba tidak ada yang mati dimakan binatang buas, yang ada itu warga yang bekerja menambang emas lalu longsor,” jelas Bupati Sintang, Jarot Winarno.

Lebih lanjut, Jarot Winarno menilai suatu saat bisa dibuktikan bahwa dari hutan itulah ekonomi maju tanpa merusak.

Adapun penyerahan berkas untuk pengakuan dan perlindungan keberadaan Masyarakat Adat Dayak Seberuang Kampung Silit yang ditujukan kepada Panitia Verifikasi dan Validasi Pengakuan dan Perlindungan MHA Kabupaten Sintang kepada Bupati Sintang selaku Pengarah. Pada hari yang sama, penyerahan berkas serupa sebelumnya juga disampaikan kepada Dinas Lingkungan Hidup melalui Kasi Peningkatan Kapasitas dan Pemberdayaan Masyarakat, Warina.

Sementara itu, Stepanus Kiyai, Mantri Adat Kampung Silit berharap agar apa yang diajukan terkait dengan proses pengakuan dan perlindungan keberadaan Masyarakat Adat di Kampung Silit dapat segera terwujud.

“Dengan proses ini, kita berharap agar hutan dan alam sekitar wilayah kampung Silit terterjaga,” tegas Kiyai.

Sementara Makarius Inus, pemuka masyarakat Kampung Silit berharap agar Bupati melalui Panitia Verifikasi dan Validasi bisa segera memproses berkas yang diajukan hingga menerbitkan SK Pengakuan dan Perlindungan MHA Dayak Seberuang Kampung Silit.

“Dengan adanya pengakuan keberadaan dan wilayah kelola rakyat, Masyarakat Adat bisa lebih leluasa dalam mengelola, memanfaatkan dan melindungi sumberdaya alam dan lingkungan hidupnya. Selain itu, masyarakat adat juga bisa memberlakukan hukum adat di wilayahnya,” tambah Inus.

Inus berharap setelah pengakuan masyarakat adatnya sudah ada, sektor pariwisata di daerah Silit juga dapat berjalan.

Selain Mantri Adat Kampung Silit, sejumlah warga termasuk Kepala Dusun Silit serta perwakilan WALHI Kalimantan Barat turut hadir mendampingi warga pada proses penyerahan berkas di Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Pendopo Bupati Sintang tersebut.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *