Dinkes Kabupaten Kota Diingatkan Tak Abai dalam Pencegahan Pananggulangan Covid

Kadinkes Kalbar, Harrison.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar,  Harisson meminta, dinas kesehatan kabupaten/kota di 14 wilayah, agar tidak abai dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan covid-19.

Bukan tanpa alasan. Sebab, beberapa kabupaten dinilainya mulai kendor melakukan pelacakan. Di sisi lain, kerumunan warga mulai terjadi.

Bacaan Lainnya

Bahkan penerapan protokol kesehatan juga mulai terkesan diabaikan sebagian warga. Padahal pandemi masih berlangsung. Potensi lonjakan kasus memungkinkan  masih terjadi.

Hal itu bisa dilihat dari hasil pemeriksan swab dengan metode PCR yang dilakukan oleh Laboratorium Rumah Sakit Untan. Yang nyaris setiap hari ditemukan kasus-kasus baru. Dengan klaster ketertularan transmisi lokal.

Terbaru, hasil pemeriksaan PCR Laboratrium Untan yang dikeluarkan pada 19 Agusustus 2020 kembali menemukan 15 kasus Covid-19 baru. Di mana delapan di antaranya merupakan guru SMP di Kabupaten Mempawah.

“Saya ingatkan kabupaten/kota, yang kelihatannya mulai kendor dalam melaksanakan kegiatan pencegahan dan penanggulangan Covid-19 ini, agar berhati-hati potensi terjadinya lonjakan kasus,” pesannya.

Untuk mencegahnya maka, kegiatan pelacakan melalui testing swab dan tracing bagi kasus positif, harus terus dilakukan secara masif. Tidak boleh melemah. Apalagi dihentikan.

Pemerintah kabupaten/kota masih harus ketat mengawasi penerapan protokol kesehatan pada masyarakat. Razia di tempat kerumunan, seperti warung kopi, tempat wisata dan lain-lain jangan dikendorkan.

Razia mesti melibatkan TNI Polri agar berjalan efektif. Warga yang didapati sedang berkumpul dan tak mengenakan masker, langsung diswab. Yang positif segera diisolasi. Agar tak menularkan virus yang dibawanya ke orang lain.

“Kita lihat di media sosial, banyak sekali tempat wisata, tempat keramaian, warung kopi, itu banyak masyarakat tidak memperhatikan protokol kesehatan. Ini, harus menjadi perhatian bagi satgas covid-19 di kabupaten/kota,”imbaunya.

Selain itu, Harisson  juga meminta dinas kesehatan kabupaten kota melengkapi data penyelidikan epidemiologinya. Jika ada kasus baru, harus segera lakukan penyelidikan untuk mengetahui klaster penularanya.

Hal itu penting dilakukan. Tujuannya untuk menghentikan penularan  Covid-19 di suatu wilayah agar tidak berkembang. Diungkapkannya, memang sampai saat ini, masih ada beberapa kabupaten yang lengah atau malas-malasan mengisi data epidemiologi.

Hal itu terbukti, dari data swab yang dikirim oleh beberapa dinas kesehatan kabupaten/kota ke Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, tidak lengkap. Hanya ada beberapa wilayah saja yang merespon baik dalam menyampaikan data epidemiologi tersebut.

“Kota Pontianak, Sanggau, Ketapang, Landak dan Kubu Raya, ini sudah responnya cepat. Sedangkan yang lain masih terkesan lambat,” tutupnya. (abdul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *