Sujiwo: NU Harus Menjadi Pelopor Pemersatu Keberagaman

PELANTIKAN - Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo menghadiri pelantikan 15 ranting Nahdatul Ulama (NU) se-Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Masa Khidmat 2020-2025 di Aula Kantor Desa Ambawang Kuala, Sabtu (22/8/2020)

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo menghadiri pelantikan 15 ranting Nahdatul Ulama (NU) se-Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Masa Khidmat 2020-2025 di Aula Kantor Desa Ambawang Kuala, Sabtu (22/8).

Wabup Sujiwo mengucapkan selamat atas dikukuhkan atau dilantiknya pengurus ranting NU se-Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan itu Sujiwo mengajak NU untuk bisa menjadi pelopor pemersatu dalam keberagaman, terlebih Kubu Raya memiliki 6 etnis besar.

“Harapan saya, NU harus berada di garda terdepan untuk menjadi pelopor pemersatu dari keberagaman yang ada di Kubu Raya khususnya dan Kalimantan Barat pada umumnya,” kata Sujiwo.

Sujiwo juga berpesan kepada seluruh pengurus ranting NU se-Kecamatan Sungai Ambawang untuk bertanggung jawab dan bekerja dengan sungguh-sungguh.

“Lakukan kerja-kerja yang sederhana tapi bermakna, sehingga keberadaan NU semakin dirasakan kemaslahatannya, manfaatnya untuk umat, itu yang terpenting,” kata Sujiwo.

Sujiwo menegaskan, sebagai pengurus NU tentunya banyak tugas dan tanggung jawab yang akan diemban, seperti bela agama, bela negara, bela Pancasila dan sebagainya.

Selain itu, Sujiwo juga berharap 15 ranting NU ini dapat berkomunikasi dan bekerja sama secara baik dengan pemerintah, mulai dari Pemerintahan desa masing-masing , kecamatan hingga Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.

“Kita sama-sama memajukan daerah dan memajukan masyarakat ,” tegasnya.

Sujiwo menegaskan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya tentu mendorong dan memotivasi agar NU di Kubu Raya bisa terus eksis, sehingga keberadaannya dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas.

“Saya sendiri mendorong agar NU Kubu Raya bisa memiliki sekretariat, lahannya sudah ada. Tinggal kita diskusikan dengan tokoh masyarakat, para kiyai, dan pengurus NU. Ini harus kita mulai, kalau tidak kita mulai maka ini akan jadi mimpi terus,” kata dia.(jek)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *