Mewujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Gotong Royong

PPDI - Perkumpulan Profesor dan Doktor Indonesia (PPDI). (Foto Jurnas)

JAKARTA, insidepontianak.com – Cita-cita mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia, masih terlalu jauh untuk dapat diujudkan, saat negara memasuki usia ke 75 tahun. Posisi petani lemah setelah diperkenalkannya revolusi hijau, hingga kreativitasnya tak terujud dalam mengembangkan produksi pangan. Sementara pemerintah masih kesulitan dalam menghadapi kekuatan pasar yang mendominasi arah perkembangan sector peternakan dan juga perikanan.

Solusi untuk mengatasi kondisi itu, dilakukan dengan menggalang kekuatan secara bergotong-royong. Model kemajuan pangan yang telah dicapai negara-negara lain, tidak bisa begitu saja diterapkan karena kondisi yang berbeda. Mayoritas petani, nelayan serta peternak di Indonesia umumnya miskin baik secara finansial maupun pengetahuan, sehingga mereka tak punya akses untuk meraih kemajuan.

Pokok pikiran itu muncul dalam Webinar Nasional bertema, “Melawan Covid-19: Meningkatkan Ketahanan Pangan Berbasis Gotong Royong”, diselenggarakan oleh Perkumpulan Profesor dan Doktor Indonesia (PPDI), Sabtu (22/8/2020).

Tiga orang gurubesar tampil menjadi narasumber, yakni,  Prof Slamet Budi Prayitno, Gurubesas  Universitas Diponegoro, Prof Muladno, Gurubesar Institut Pertanian Bogor, Prof Susetiawan, Gurubesar Fisipol Universitas Gadjah Mada.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *