Tidak Selesai Dibongkar, Ketua Komisi IV DPRD Beri Peringatan Keras Pemilik Tersus Ilegal di Ketapang

BELUM DIBONGKAR - Lantai tersus ilegal CV Juara Motor di bawah Jembatan Pawan masih belum dibongkar, Senin (24/8/2020).

KETAPANG, insidepontianak.com – Ketua Komisi IV DPRD Ketapang, Achamd Sholeh kembali menegur pemilik tersus di bawah Jembatan Pawan II milik CV Juara Motor, Senin (24/8/2020). Alasannya, pemilik tersus sebelumya menyanggupi untuk membongkar sendiri, namun fakta di lapangan baru sebagian kecil saja yang sudah dibongkar.

“Tidak ada alasan lagi, apalagi alasannya eksavator tidak mampu membongkar lantai. Ini tidak ada keseriusan pemilik, kalau seperti ini memang Pemda dipermainkan,” terangnya.

Bacaan Lainnya

Dengan waktu yang terkesan diulur, dirasa dapat menimbulkan kesan buruk terhadap Pemerintah Daerah, khususnya Satpol PP sebagai penegak Perda.

“Secara mekanisme administrasi dan upaya persuasif telah dilakukan namun semua tidak didengar dijalankan pemilik dengan serius. Jangan ada kesan Satpol PP masuk angin urusan dengan pengusaha,” ungkapnya.

Sholeh mendorong Bagian Hukum Setda Ketapang bersama Satpol PP untuk segera melayangkan tuntutan secara hukum kepada pemilik tersus ilegal.

“Saya ingatkan kembali bagi pemilik tersus ilegal tersebut bahwa kita hidup di negara hukum, siapa yang melanggar hukum wajib kita bawa ke jalur hukum,” tegasnya.

Saat dikonfirmasi anak dari pemilik tersus, Eko mengatakan sudah memiliki itikad baik membongkar tersus tersebut.

“Baket (kuku) eksavator tak mampu melawan kerasnya lantai bahkan sempat patah, Satpol PP juga ada melihat kondisi itu,” tuturnya.

Eko melanjutkan, kemungkinan pihaknya akan menyiram air cuka untuk melembutkan lantai sehingga lebih mudah dibongkar. Namun saat ditanyakan kapan upaya pembongkaran dilanjutkan, dirinya tidak bisa memberikan jawaban.

“Yang penting sudah ada upaya kita untuk membongkar, kalau soal ponton akan kita pindahkan secepatnya,” timpalnya.

Terpisah, saat dikonfirmasi Kepala Satpol PP Ketapang, Muslimin mengatakan memang mendapat informasi bahwa alat berat yang digunakan pemilik tersus ilegal sedang rusak sehingga pembongkaran terhenti sementara waktu.

“Informasi alat beratnya sedang dalam perbaikan, kalau sudah baik dalam satu dua hari mau dilanjutkan pembongkarannya,” katanya.

Muslimin melanjutkan, tersus tersebut tidak lagi digunakan dan untuk pembongkaran pasti dilakukan.

“Kita hormatilah itikad baik pemilik, yang jelas kami ingin mereka yang bongkar mandiri tapi jangan sampai waktunya seminggu atau dua minggu,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *