Lebek Senang Tempati Rumah Baru Bantuan Bank Kalbar

RUMAH BARU - Lebek Adam duduk di depan rumah barunya yang berasal dari CSR Bank Kalbar, di di Jalan Parit Beringin, Dusun Mawar, Desa Sungai Itik, Kecamatan Sungai Kakap, Kubu Raya.

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Lebek Adam (71) dan istrinya Timah (50) kini sudah menempati rumah baru yang dibangun dari bantuan Bank Kalbar. Mereka pun dapat tidur nyenyak. Ketakutan rumah roboh kontan sirna di kepalanya.

“Alhamdulilah, saya bersyukur sudah menempati rumah baru,” kata Lebek Adam.

Bacaan Lainnya

Ia senang dengan kondisi rumah barunya. Tak ada lagi ketakutan tertimpa atap.

“Waktu hujan tak basah lagi, tidur nyenyak,” ungkapnya.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Bank Kalbar yang telah menjawab mimpinya. Rumah baru Lebek, dibangun dari bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Kalbar dengan luasnya 4×6 meter. Rumah baru itu jauh lebih baik dari gubuk reyot yang sebelumnya ditempati. Bangunannya kokoh, berdinding semen, dan beratap seng.

Sebelumnya, pasangan suami istri ini 10 tahun tinggal di gubuk reyot yang nyaris roboh di Jalan Parit Beringin, Dusun Mawar, Desa Sungai Itik, Kecamatan Sungai Kakap, Kubu Raya. Gubuk dengan luas 3×4 meter itu dibangun dari kayu bulat, beratapkan rumbia, berdinding kayu semperan. Kondisinya rapuh, tak mampu lagi menahan beban.

Rumah Lebek saat belum direnovasi. (Andi/Insidepontianak.com)

Namun, cinta saja yang membuat keduanya bertahan. Potongan kayu bekas dan bambu jadi alternatif sementara untuk menopang gubuknya. Sementara untuk menahan agar gubuk itu tak roboh, Lebek menarik tiang dengan seutas tali dan diikatnya di pohon kelapa.
Saat hujan, Lebek dan istri tercinta sudah terbiasa berbasah duka kebocoran.

Kondisi itu membuatnya terpaksa bertahan. Sebab, uang hasil mencari udang halus di parit tak dapat memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

“Penghasilan dari udang halus itu, Rp30 ribu sekilo. Kadang sehari cuma dapat tujuh ons sampai delapan ons. Tadak pernah sampai sekilo. Ditambah musim hujan air tinggi jadi susah untuk cari udang. Kalau ditanya, ya jauh dari cukup,” tuturnya melas tapi tetap tabah, Oktober 2019 lalu.

Meski dalam ekonomi sulit, keinginan memiliki rumah yang layak menjadi mimpinya. Lebek pernah berniat membangun rumah di depan gubuknya. Terlihat dari pondasi kayu yang masih tertancap di sekitar kakus. Tetapi niat itu harus dikubur dalam, biayanya tak pernah ada.

Kondisi Lebek akhirnya menggugah simpati Bank Kalbar untuk memberikan bantuan. Mereka memberikan dana CSR Bank Kalbar sebesar Rp10 juta. Dana itu dipakai menyulap gubuk reyot lebek menjadi bangunan yang lebih layak. Meskipun dalam pembangunannya, terdapat kekurangan biaya yang harus dicukupkan dengan uang pribadi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *