Tiga Tahun Dirantai, Satu Individu Orang Utan Berhasil Dievakuasi dari Warga Mempawah

EVAKUASI - Satu individu orang utan betina dievakuasi Polres Mempawah dari rumah warga di Gang Wak Tapak, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Mempawah Hilir, Selasa (26/8/2020). POLRES MEMPAWAH

MEMPAWAH, insidepontianak.com – Satu individu orang utan betina yang diperkirakan berusia lima tahun berhasil dievakuasi Polres Mempawah dari rumah warga di Gang Wak Tapak, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Mempawah Hilir, Selasa (26/8/2020).

Primata yang statusnya sudah kritis diambang kepunahan tersebut, sudah lama masuk dalam kategori dilindungi. Tidak boleh dipelihara oleh manusia, dan arus segera dikonservasi atau dilepasliarkan dalam hutan lindung.

Bacaan Lainnya

Selama kurang lebih tiga tahun, primata dilindungi tersebut dipelihara oleh warga berinisial A. Entah darimana dia mendapatkannya. Polisi masih melakukan pemeriksaan lebih dalam terkait asal-usul satu individu orang utan itu.

Selama tiga tahun itulah, orang utan yang masih tergolong muda itu dirantai. Satu ketika ada salah satu warga yang melaporkan keberadaan primata dilindungi itu kepada pihak kepolisian.

Warga yang memelihara orang utan itu sempat menolak. Namun dengan cara-cara persuasif, atas segala ketidaktahuannya akhirnya primata itu diserahkan ke Polres Mempawah.

“Kita akan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar untuk tindakan selanjutnya, untuk sementara orang utan itu disimpan di Polres Mempawah,” kata Kasat Reskrim, Iptu M Reski Rizal.

Dia menjelaskan usai dievakuasi dari rumah warga, orang utan itu dibawa ke dokter hewan untuk diperiksa kesehatannya. Beruntung, hasil pengkajian awal dokter hewan menyatakan orang utan itu sehat. Namun status kesehatan itu bisa saja berubah sewaktu-waktu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *