BNN Kalbar: Legalitas Kratom Tunggu Hasil Penelitian

JEMUR - Seorang nenek di Kapuas Hulu tengah menjemur daun kratom untuk dijual. Di sana, kratom jadi penopang ekonomi masyarakat.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Badan Narkotika Nasional masih akan menunggu hasil penelitian instansi terkait hingga 2024 mendatang perihal legalitas kratom. Oleh Kementerian Pertanian sendiri, kratom telah dikategorikan sebagai tanaman obat.

BNN pun siap mendukung apa pun keputusan Pemerintah terhadap legalitas tanaman dengan nama latin Mitragyna speciosa itu.

Bacaan Lainnya

“Sikap dan kebijakan BNN seperti yang dipaparkan Kepala Pusat Laboratorium Narkoba BNN, Mufti Djusnir akan mendukung Pemerintah hingga ditetapkanya legalitas karatom itu sendiri, apakah dilarang atau tidak,” kata Kepala BNN Provinsi Kalbar, Brigjen Pol Suyatmo kepada insidepontianak.com, Kamis (27/8/2020).

Jika nantinya ada hasil dari penelitian tersebut, maka BNN akan melakukan tugasnya sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing sesuai bidang tugas.

“Umpamanya nanti tidak dilarang, silakan. Kita akan mendukung kebijakan pemerintah,” jelasnya.

Hingga kini, hasil penelitian terhadap kratom masih berlangsung melibatkan instansi terkait, sampai batas waktu 2024 mendatang.

Kratom resmi masuk dalam kategori tanaman obat sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 104/KPTS/HK.140/M/2/2020 tentang Komoditas Binaan Kementerian Pertanian yang ditandatangani Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, 3 Februari 2020.

Dengan masuknya kratom ke kategori tersebut, artinya tinggal Badan Narkotika Nasional (BNN) yang ngotot melarang tanaman itu secara menyeluruh tahun 2022 atau lima tahun masa transisi pascaditetapkannya tanaman kratom sebagai narkotika golongan I oleh Komite Nasional Perubahan Narkotika dan Psikotropika tahun 2017 silam.

Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memasukkannya dalam golongan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). Sedang dalam Permenkes Nomor 44 Tahun 2019 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika, kratom tak masuk daftar.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *