Pemuda Sintang yang Tenggelam di Pulau Nibung Bernama Ahmad Haris

EVAKUASI - Enam pemuda rekam Ahmad, pemuda Sintang yang tenggelam di Pulau Penibung dievakuasi, Jumat (28/8/2020).

MEMPAWAH, insidepontianak.com – Pihak kepolisian mengungkap identitas korban tenggelam di Pulau Penibung, Jumat (28/8/2020). Dia adalah Ahmad Haris, pemuda 20 tahun asal Dusun Sepulut, Kecamatan Sepauh, Kabupaten Sintang.

“Korban sehari-hari bekerja di Pondok Pengobatan Miftahus Syifa Pontianak. Sampai saat ini kita masih melakukan pencarian terhadap korban,” kata Kasat Reskrim Polres Mempawah, AKP M Reski Rizal kepada insidepontianak.

Bacaan Lainnya

Lebih rinci dia menjelaskan, ada dua korban tenggelam saat peristiwa nahas itu. Namun satu korban berhasil selamat dan dilarikan ke RSUD Rubini Mempawah.

“Korban selamat yang sedang dirawat di RSUD Rubini Mempawah bernama Rian, usianya 17 tahun asal Kabupaten Sintang, mereka bekerja di tempat yang sama,” jelasnya.

Sebelumnya, satu orang pemuda hilang usai terseret ombak di Pulau Penibung, Desa Pasir, Mempawah Hilir, Jumat (28/8/2020). Awalnya, tujuh orang pemuda berenang di pulau tak berpenghuni itu. Mereka baru saja pulang ziarah di Makam Opu Daeng Manambon dan ingin menikmati laut.

Kasat Reskrim Polres Mempawah, AKP M Reski Rizal mengatakan saat ini anggota kepolisian sedang melakukan pencarian.

“Kami masih melakukan pencarian, dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi serta identitas para pemuda tersebut,” katanya.

Proses pencarian juga dibantu oleh warga dengan menggunakan perahu motor.

Kapolsek Mempawah Hilir, Iptu Marjuni menduga, penyebab tenggelamnya salah satu pemuda tersebut karena angin kencang sehingga ombak meninggi menggulung pantai.

“Mereka yang sedang berenang akhirnya terseret, satu diantaranya dinyatakan hilang, enam selamat,” katanya.

Iptu Marjuni mengatakan informasi hilangnya salah satu pemuda tersebut ketika pemilik perahu motor menjemput mereka sesuai perjanjian sekira pukul 16.30 WIB.

“Saat pemilik perahu motor menjemput ternyata ada yang hilang saat berenang, mereka kemudian menyeberang dan meminta bantuan warga setempat serta melaporkan ke polisi,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *