Wakil Rakyat Dapil Segedong-Jongkat Desak Pemerintah Ulurkan Tangan untuk Arif

Anggota DPRD Mempawah, Fauzi Hinduan.

MEMPAWAH, insidepontianak.com – Melihat langsung kondisi Arif Sugianto, bocah enam tahun yang lahir tanpa anus (atresia ani) di Kecamatan Segedong, anggota DPRD Mempawah fraksi Demokrat, Fauzi Hinduan merasa sangat prihatin.

“Saat kita datang bersama komunitas berkat kasih kondisi ruangan depan rumah yang ditempatinya dalam keadaan terendam banjir,” katanya, kepada insidepontianak, Senin (31/8/2020).

Bacaan Lainnya

Satu-satunya solusi agar Arif tidak lagi repot dengan kantong kolostomi yang melekat di perutnya adalah operasi. Namun karena kondisi keluarga yang serba kekurangan ditambah lagi ibunya yang sudah tiada, membuatnya terpaksa menahan duka sejak lahir.

“Kita sedang memikirkan solusi agar Arif bisa ditangani segera,” ujar Fauzi.

Legislator dapil Segedong-Jongkat itu mendorong pemerintah dalam hal ini Dinas Sosial agar segera mengambil langkah dan memberikan solusi bagaimana Arif bisa segera ditangani.

“Selain itu kita juga meminta Dinsos melihat kondisi rumah yang memprihatinkan serta tidak layak huni tersebut. Saya harapkan kiranya segera diberi bantuan bahkan diperbaiki,” katanya.

Sebelumnya Dinas Sosial (Dinsos PPAPM-Pemdes) Kabupaten Mempawah berjanji akan memfasilitasi masalah keuangan yang melanda bocah bernama Arif Sugianto (6) yang lahir tanpa anus (atresia ani) warga Gang Nelayan, Desa Sungai Burung, RT 01 RW 01, Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah, Kalbar.

Selama ini, Arif tak punya biaya operasi. Dengan terpaksa sejak lahir dia menggunakan kolostomi untuk buang air besar (BAB). Dia butuh bantuan pemerintah, dan para dermawan.

Kepala Bidang Sosial Dinsos Mempawah, Heru Agung memastikan pihaknya akan memfasilitasi kendala yang dihadapi warga Kecamatan Segedong tersebut.

“Insyaallah kita akan fasilitas dengan menyampaikan proposalnya ke Bupati,” kata Heru, Senin (31/8/2020).

Dia memastikan, bahwa Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) bersama Bhabinsa Koramil Segedong sudah melakukan survei ke rumah Arif.

“Rencananya memang akan dibuatkan proposal permohonan bantuan ke Bupati, kita sudah arahkan untuk melengkapi persyaratan administrasi,” katanya.

Adapun persyaratan administrasi yang harus dilengkapi kata Heru, diantaranya surat keterangan tidak mampu, keterangan dokter terkait diagnosa penyakit, surat rujukan dan berapa biaya yang dibutuhkan harus dicantumkan dalam proposal.

“Informasi yang saya terima, orang tua anak ini punya Kartu Indonesia Sehat (KIS) tapi yang iurannya dibayar pribadi. Jika benar maka itu nanti kita usahakan akan ditanggung iurannya melalui APBD,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *