154 Pejabat Pemkot Pontianak Jalani Swab

AMBIL - Petugas Dinas Kesehatan Pontianak mengambil sampel lendir pejabat eselon Pemkot Pontianak di Kantor Wali Kota Pontianak, Selasa (1/9/2020). PROKOPIM PONTIANAK

PONTIANAK, insidepontianak.com – Sebanyak 154 pejabat eselon dua dan tiga di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menjalani uji swab di Kantor Wali Kota Pontianak, Selasa (1/9/2020).

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan uji swab ini digelar Dinas Kesehatan Kota Pontianak untuk penelusuran agar kluster penyebaran Covid-19 di Pemkot Pontianak tidak ada.

Bacaan Lainnya

“Kita mentracing untuk mencari kalau ada yang positif maka kita minta yang bersangkutan dirawat dan disembuhkan,” ujarnya.

Menurutnya, penyebaran Covid-19 di Kota Pontianak ini sudah dalam fase transmisi lokal. Untuk itu, ia mengimbau seluruh masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dalam menjalankan adaptasi kebiasaan baru.

“Dengan mengenakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan,” tuturnya.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pontianak, Multi Juhto Batarendro menerangkan Pemkot Pontianak uji swab yang dilakukan ini ditujukan bagi pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) dan administrator di tataran eselon dua dan tiga.

“Kita berdoa hasil semuanya negatif, artinya kawan-kawan ASN Kota Pontianak sehat,” katanya.

Dirinya menambahkan, apabila ditemukan hasil swab yang positif, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Pontianak. Proses swab dilakukan secara bertahap.

“Kemudian berapa orang yang positif akan berkirim surat lalu akan diberikan surat cuti terhadap ASN yang positif,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu menjelaskan tes swab yang dilakukan merupakan kegiatan yang biasa dan rutin dilakukan. Tes swab sebagai salah satu langkah untuk memutus rantai penyebaran pandemi Covid-19. Selain meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan.

“Kita harus memperbanyak uji swab, standarnya satu per seribu dikali jumlah penduduk per minggu,” jelasnya.

Dengan semakin banyak dilakukan uji swab, lanjutnya, maka akan diketahui positif rate. Kemudian langkah isolasi dalam memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19 bisa lebih cepat.

“Daripada sama sekali tidak diketahui peta penyebaran Covid-19,” ucap Sidiq.

Ia mengungkapkan jika dalam tes swab hasilnya positif, bukanlah menjadi sebuah aib. Hasil positif juga bukan merupakan jaminan tidak tertular kembali. Sehingga pemeriksaan tes swab hanya untuk mengetahui situasi saat ini.

“Covid-19 ini semakin meluas karena aktivitas masyarakat sudah normal, kita harus patuh dan taat melaksanakan protokol kesehatan,” imbuhnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *