Ermin Elviani Angkat Bicara Soal Jalan Raya Senggiring Rawan Lakalantas

Anggota DPRD Kalbar, Ermin Elviani.

MEMPAWAH, insidepontianak.com – Anggota DPRD Provinsi Kalbar, Ermin Elviani angkat bicara soal perbaikan Jalan Raya Senggiring yang rawan kecelakaan lalulintas. Selain bekas kerukan alat berat yang membuat aspal berlubang, tidak adanya lampu jalan juga menjadi faktor pendukung kerawanan.

Ermin Elviani mengatakan dirinya sudah beberapa kali mendapat laporan dari masyarakat terkait pengerjaan jalan yang membahayakan pengendara sepeda motornya tersebut. Dia juga sudah mengetahui adanya pengguna jalan yang mengalami kecelakaan di situ.

Bacaan Lainnya

“Saya sudah hubungi PPK Dinas PU Provinsi untuk segera menyelesaikan pekerjaan perbaikan Jalan Raya Senggiring tersebut,” katanya, Selasa (1/9/2020).

Dia mengatakan, PPK Dinas PU Provinsi berjanji akan segera merampungkan pekerjaan itu. Untuk sementara sambungnya, guna meminimalisir kecelakaan akan dipasang rambu dan lampu jalan.

Jalan Raya Senggiring, Kecamatan Mempawah Timur memang sedang dalam proses perbaikan. Aspal yang lama dikeruk dengan alat berat dan dihampar batu lalu digilas. Namun beberapa hari ini, jalan tersebut malah berlubang, dan berbahaya bagi pengendara roda dua.

“Sudah ada yang jatuh di sini, bukan hanya satu orang, beberapa orang, karena jalan yang berlubang dan gelap di malam hari,” kata Abdul Latif, warga Kelurahan Pasir Wan Salim, Selasa (1/9/2020).

Dia khawatir kondisi jalan yang belum selesai pengerjaannya itu memakan korban jiwa. Beberapa waktu lalu kata dia, ada orang yang menderita luka-luka akibat terjatuh dari sepeda motor ketika melintas di situ.

Sepanjang Jalan Raya Senggiring sekitar lokasi perbaikan jalan tersebut, memang tidak ada lampu jalan. Meskipun sudah ada rambu peringatan, namun tetap saja pengendara yang melintas dengan kecepatan tinggi tidak melihat pemberitahuan tersebut.

“Saya harap para pengendara yang melintas berhati-hati. Jangan memacu kendaraan terlalu tinggi, apalagi sekarang kondisinya sering hujan,” katanya.

Abdul Latif meminta pihak yang mengerjakan jalan tersebut melakukan penjagaan tidak hanya saat ada alat berat saja namun harus dijaga setiap hari.

“Karena ini jalur perlintasan cepat, trek lurus ini membuat orang lupa ada perbaikan jalan, maka sebaiknya ada orang yang berjaga mengatur arus kendaraan,” mintanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *