Simulasi Belajar Tatap Muka SMPN 1, Edi Kamtono Cek Penerapan Protokol Kesehatan

TINJAU - Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono meninjau simulasi belajar tatap muda di era new normal di SMPN 1 Pontianak, Selasa (1/9/2020). PROKOPIM PONTIANAK

PONTIANAK, insidepontianak.com – Sebanyak 30 siswa Kelas IX SMPN 1 Pontianak mengikuti simulasi pembelajaran tatap muka sesuai protokol kesehatan, Selasa (1/9/2020). Dari jumlah tersebut, siswa dibagi menjadi dua kelas.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menjelaskan kegiatan simulasi ini sebagai uji coba penerapan protokol kesehatan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Bacaan Lainnya

“Hari ini kita lakukan uji coba untuk dua mata pelajaran selama dua jam proses penerapan protokol kesehatan,” ujarnya.

Sebelum memasuki kelas, para siswa terlebih dahulu mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir yang sudah disediakan pihak sekolah. Setelah mencuci tangan, siswa wajib diukur suhu tubuhnya pada alat yang sudah disiapkan di depan pintu masuk sekolah.

“Kita ingin memastikan guru dan para siswa sehat sehingga akan dimonitor secara terus-menerus,” ungkapnya.

Edi berharap para siswa bisa menjadi contoh atau duta protokol kesehatan di sekolah bagi lingkungan maupun teman-temannya.

“Bagaimana kita tetap produktif akan tetapi tetap aman dari penyebaran pandemi Covid-19,” katanya.

Selama proses simulasi berjalan, Edi menilai secara umum sudah cukup baik. Namun ia meminta para siswa tidak hanya asal mencuci tangan tetapi mengikuti petunjuk protokol kesehatan.

“Kalau mereka sudah terbiasa menerapkan protokol kesehatan, maka kegiatan pembelajaran tatap muka di kelas bisa berjalan lancar,” imbuhnya.

Dirinya menilai fasilitas SMPN 1 Pontianak sudah siap termasuk rambu-rambu atau papan petunjuk dalam menjalankan protokol kesehatan. Tak kalah pentingnya, kata dia, kepala sekolah dan guru yang ada di sekolah bisa mengawasi anak didiknya dalam mematuhi protokol kesehatan.

“Untuk aktivitas tatap muka secara resmi akan kita lihat ke depan,” sebutnya.

Edi menambahkan, dalam proses uji coba ini juga melibatkan komite sekolah dan orang tua siswa. Sehingga jangan sampai ada pemaksaan, jika ada orang tua yang tidak mengizinkan anaknya mengikuti proses uji coba ini maka akan diberikan kelonggaran.

“Proses pembelajaran tetap akan dilakukan secara tatap muka dan daring,” tuturnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *