Tinggalkan Dadi Sunarya, Demokrat Usung Henny di Pilkada Melawi

SERAHKAN - Ketua Umum Demokrat, Agus Harimukti Yhudoyono (AHY) menyerahkan surat rekomendasi B1-KWK untuk maju di Pilkada Melawi kepada pasangan Henny Dwi Rini-Mulyadi, kemarin.

MELAWI, insidepontianak.com – Partai Demokrat batal memberikan dukungan kepada pasangan Dadi Sunarya-Klusen di Pilkada Melawi 2020. Partai berlambang mercy ini beralih dukungan, dan mendukung istri almarhum Ketua MPW Pemuda Pancasila Kalbar, Firman Muntaco yakni Henny Dwi Rini, yang berpasangan dengan Mulyadi.

“Iya sudah diserahkan Pak AHY malam tadi, B1-KWK-nya,” kata Ketua DPD Partai Demokrat Kalbar, Erma Ranik kepada insidepontianak.com, Selasa (1/9/2020).

Bacaan Lainnya

Pasangan ini didukung koalisi Demokrat, Gerindra, dan Hanura. Erma enggan menjelaskan mengapa partainya berubah dukungan mendukung Henny. Sebab sebelumnya Demokrat telah memberikan rekomendasi kepada Dadi-Klusen.

“Saya tidak tahulah itu, itu wewenang ketum, kami DPD dan DPC fungsinya menjaring calon, dan memutuskan DPP,” ungkapnya.

Selain itu, Henny pun diketahui tak ikut dalam penjaringan Demokrat, selain tiga tokoh lain yakni alhmarhum Firman Muntaco, Panji, dan Dadi.

Kendati demikian, Erman yakin dukungan DPP Partai Demokrat telah melalui pertimbangan matang, dan Demokrat Kalbar akan mengamankan dan berjuang memenangkan pasangan ini.

“Prinsip kita dalam berpartai, berorganisasi, ketika pimpinan mengusung salah satu calon kita amankan,” pungkasnya.

Sebelumnya, bakal calon Bupati Melawi, Dadi Sunarya mengaku telah mendapatkan rekomendasi dukungan dari Ketua Umum Partai Demokrat Juli 2020 lalu. Namun tak berselang lama, timbul kisruh di internal Demokrat Melawi.

Ketua DPC Demokrat Melawi, Yordanes diduga telah memaraf tanda tangan Sekretaris DPC Demokrat Melawi, Bastian Suryadi terkait usulan rekomendasi kepada pasangan calon. Kasus ini bergulir dengan pelaporan ke Dewan Kehormatan Partai, Badan Pembina Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK), dan Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat.

Dia merasa dirugikan dan dilecehkan dengan adanya surat rekomendasi DPC Demokrat Melawi yang mengusulkan nama calon Bupati, Dadi Sunarya dan calon Wakil Bupati, Kluisen di Pilkada Melawi 2020 dengan nomor 06/DPC.PD/MELAWI/VI/2020 tertanggal 18 Juli 2020. Dalam surat itu terdapat tanda tangan dirinya. Namun dia merasa tak pernah melakukan.

“Berkaitan dengan hal tersebut, saya selaku Sekretaris DPC Partai Demokrat Melawi dengan tegas menyampaikan merasa dirugikan dan dilecehkan baik sebagai pribadi maupun maupun jabatan sebagai Sekretaris DPC,” katanya, Senin (17/8/2020).

Dia pun melayangkan surat ke Ketua Umum DPP Partai Demokrat yang diteruskan ke Ketua Dewan Kehormatan dan Ketua BAPILU tertanggal 10 Agustus 2020. Isinya, menyangkal surat rekomendasi nama calon bupati dan wakil bupati dan meminta penyidikan atas surat yang memalsukan tanda tangannya tersebut.

“Persoalan ini sudah saya sampaikan ke DPP melalui Dewan kehormatan, BPOKK dan BAPILU, untuk ditindaklanjuti dengan penyelidikan dan tindakan yang dianggap perlu sesuai Peraturan Organisasi Partai Demokrat dan AD/ART Partai Demokrat,” katanya.

Dia pun turut menjelaskan sejumlah kejanggalan dalam surat rekomendasi itu. Sesuai aturan organisasi, dia merasa tak pernah mengeluarkan surat rekomendasi tersebut.

“Saya selaku Sekretaris DPC Partai Demokrat Melawi tidak pernah mengeluarkan Surat Usulan Rekomendasi apalagi menandatangani Surat Usulan Rekomendasi Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Melawi. Berarti tanda tangan saya dipalsukan,” katanya.

Dia meminta Ketua Umum melalui BPOKK menindaklanjuti pelanggaran ini dengan melakukan penyelidikan internal, dan memanggil pihak–pihak yang terlibat di dalamnya.

“Bisa jadi ini ada unsur pihak lain yang terlibat. Dengan Kejadian ini saya sebagai pribadi maupun selaku Sekretaris DPC merasa dilecehkan dan mendapat banyak pertanyaan yang bernada menyudutkan saya. Untuk itu saya minta persolan ini segera dituntaskan, dan apabila tidak dituntaskan saya akan menempuh jalur hukum,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat Melawi, Yordanes mengakui pihaknya telah memaraf tanda tangan Sekretaris DPC Demokrat terkait usulan rekomendasi kepada pasangan Calon Bupati Dadi Sunarya dan Klusen, sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Melawi 2020. Kendati demikian, tanda tangan tersebut, ditandatangani setelah mendapatkan izin Sekretaris DPC Bastian Suryadi.

“Memang tanda tangan itu, saya yang tanda tangan. Karena ini sangat dibutuhkan saya izin beliau (Bastian Suryadi) untuk memaraf dan menandatangi,” kata Ketua DPC Partai Demokrat Melawi, Yordanes kepada insidepontianak.com, Selasa (18/8/2020).

Sebelum surat usulan rekomendasi tersebut, pihaknya telah meminta Sekrtetaris DPC Demokrat turun ke Jakarta agar seluruh persyaratan administrasi yang dibutuhkan dapat dilengkapi. Namun, Bastian mengaku takut ke Jakarta karena tes cepat atau rapid test, selain itu, ada pekerjaan yang tak bisa ditinggalkan.

“Jadi beliau melimpahkan segala kebijakan termasukan mengambil keputusan yang bersifat politis. Jadi tidak benar kalau saya tidak berkoordinasi dengan beliau, saya juga kaget, kenapa beliau kayak gitu,” terangnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *