Kasus Abang Perkosa Adik Belum Kelar, Seorang Bocah Perempuan Dicabuli Pemuda di Sungai Pinyuh

ilustrasi.

MEMPAWAH, insidepontianak.com – Belum selesai perkara pemerkosaan abang kandung terhadap adiknya di Kecamatan Sungai Kunyit, kali ini Mempawah geger lagi. Seorang anak perempuan menjadi korban pencabulan pemuda berinisial MT (20) di Kecamatan Sungai Pinyuh.

Kasat Reskrim Polres Mempawah, AKP M. Resky Rizal mengatakan kasus pencabulan tersebut terjadi Sabtu (23/7/2020) sekira pukul 23.00 WIB. Pihak kepolisian baru menangani kasus tersebut ketika menerima laporan dari perempuan berinisial MY (34).

Bacaan Lainnya

“Awal terungkapnya kasus tersebut ketika pelapor berinisial MY mendengar cerita dari bibinya, bahwa saksi korban telah disetubuhi oleh terduga pelaku MT,” kata AKP M Resky Rizal.

Merasa tidak terima, pelapor datang ke Polres Mempawah agar terduga pelaku segera diproses hukum. Saat ini pihak kepolisian sudah melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan menyita beberapa barang bukti.

“Kita sedang melakukan pemeriksaan, saksi korban dan terduga pelaku sudah di BAP, kasus ditangani Unit PPA,” kata AKP M Rezky Rizal.

Adapun barang bukti yang disita polisi yakni satu helai baju dress panjang warna hijau tosca motif batik, satu helai celana dalam warna pink, dan satu helai bra warna hitam.

Kasus tersebut juga dibenarkan oleh Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAID) Mempawah, Kusmayadi. Dia memastikan korban mendapatkan pendampingan dari KPAID.

“Hari ini (korban di BAP di Polres),” tulisan singkat melalui pesan WhatsApp.

Kasus ini jadi preseden buruk. Sebelumnya, seorang Abang kandung di Sungai Kunyit, diduga memperkosa adiknya. Perkosaan anak bawah umur ini dilakukan M (25).

Waktu itu, Kamis 27 Agustus 2020 sekira pukul 12.00 WIB, korban sedang tiduran dalam kamar. Dia sebenarnya sudah mengunci kamar dari dalam.

Abangnya yang sudah seperti kerasukan setan mau melampiaskan nafsunya, berusaha mencari akal. Lelaki 25 tahun itu memanjat dinding untuk masuk ke kamar adiknya.

“Iya benar, kamar sudah dikunci dari dalam, tapi pelaku memanjat dinding,” kata Kasat Reskrim Polres Mempawah, AKP M. Reski Rizal kepada insidepontianak.com, Selasa (1/9/2020) malam.

Dinding yang terbuat dari papan itu dengan mudah dipanjat oleh pelaku. Dia mencengkramkan jari-jarinya ke kayu dengan kuat untuk mencapai ruang kamar. Karena bertahun-tahun tinggal serumah, tentu sudah paham seperti apa kondisi kamar adiknya.

Begitu sampai di kamar. Aksi bejat itu pun dilakukan.

“Hasil pemeriksaan sementara, persetubuhan itu dilakukan satu kali, namun kita lihat perkembangan nanti,” sambungnya.

AKP M. Reski Rizal menjelaskan, awal mula terungkapnya kasus tersebut atas laporan dari orangtua korban. Saat mendengar cerita dari anaknya, orangtua korban tak terima dan melaporkannya ke Polsek Sungai Kunyit.

“Kasus ini limpahan dari Polsek Sungai Kunyit, saat ini sedang ditangani Unit PPA,” katanya.

Beberapa barang bukti diamankan polisi saat penangkapan. Di antaranya satu helai celana panjang warna hitam, satu helai celana dalam warna oranye, satu helai baju kaos lengan pendek motif garis-garis hitam putih, serta satu helai bra.

“Semua yang dipakai korban waktu kejadian kita amankan sebagai barang bukti,” tutup AKP M. Reski Rizal.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *