Awali Karier ASN Tahun 1988, Farhan Pensiun dengan Jabatan Sekda di 2020

Mantan Sekda Ketapang, Farhan.

KETAPANG, insidepontianak.com – Mengakhiri masa jabatan sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Ketapang, Farhan mengucapkan permohonan maaf kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungkan kerja Pemda Ketapang. Dia juga memohon maaf kepada masyarakat Ketapang, bilamana di dalam kepemimpinannya terdapat kekurangan, dan belum dapat memberikan pengabdian secara maksimal.

Farhan bercerita, 34 tahun menjadi ASN merupakan waktu yang sangat panjang. Sehingga banyak momen yang dilalui di dalam dunia Pemerintahan Kabupaten Ketapang.

Bacaan Lainnya

“Saya atas nama pribadi maupun keluarga sebagai insan biasa, meminta maaf kepada masyarakat Ketapang, kepada saudara-saudara sekalian, kiranya saya dalam menjalankan tugas sebagai Sekda atau sebelum menjadi Sekda, banyak melakukan kesalahan baik disengaja ataupun tidak disengaja. Pepatah mengatakan, tiada gading yang tak retak. Tiada manusia yang sempurna. Pun demikian dengan saya,” ungkap Farhan saat memberikan sambutan purna tugasnya di Kantor Bupati Ketapang, Jumat (4/9/2020).

Farhan mengawali karier ASN di tahun 1988, dengan jabatan awal staf bagian Ekonomi dan Pembangunan. Dia sempat menjabat Plt. Kabag Ekonomi dan Pembangunan, dan Kabag Ekonomi dan Pembangunan. Farhan juga menjadi Kepala Bappeda, Kepala Dispenda, Kepala Dishub, Asisten Sekda bidang Perekonomian Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, hingga akhirnya berada di titik puncak karier ASN sebagai Sekda.

Untuk jabatan Sekda sendiri, Farhan baru 22 bulan menjabat. Dia memutuskan pensiun dini karena maju sebagai calon Wakil Bupati Ketapang, mendampingi Martin Rantan yang saat ini menjabat Bupati Ketapang.

Di akhir sambutannya, Farhan memotivasi seluruh ASN di Kabupaten Ketapang agar bisa lebih dari dirinya. Selain itu dia berharap agar semua ASN dapat menoreh prestasi dan mendedikasikan diri untuk Kabupaten Ketapang yang lebih baik.

“Torehlah prestasi, bangunlah Kabupaten Ketapang ini dengan sebaik-baiknya. Apa yang Bapak Ibu pikirkan untuk kemajuan Ketapang adalah sebuah perbuatan, pekerjaan yang sangat baik dan itu menjadi sebuah amal bagi masyarakat Kabupaten Ketapang. Tidak usah kita berpikir dalam bekerja kita mencari, katakanlah kemewahan, kekayaan, Pegawai Negeri Sipil sudah diciptakan bukan untuk kemewahan, bukan untuk kaya seperti pengusaha,” pesannya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *