Sekda Ketapang Pensiun, Martin Rantan Sebut Farhan Pernah Menyelamatkan Nyawanya

FOTO BERSAMA - Bupati Ketapang, Martin Rantan dan istri serta Farhan dan istri berfoto bersama dalam acara purna tugas Farhan dengan jabatan terakhirnya sebagai Sekda Ketapang, Jumat (4/9/2020).

KETAPANG, insidepontianak.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ketapang, Farhan resmi melepas jabatannya. Pengabdian 34 tahun jadi Aparatur Sipil Negara (ASN) tentu banyak meninggalkan kesan yang tidak terlupakan.

Bupati Ketapang, Martin Rantan pada sambutannya di acara Purna Tugas Sekda Ketapang Farhan mengatakan, bahwa tidak semua orang memiliki kesempatan mendapatkan jabatan tertinggi di ASN, yaitu jabatan Sekda.

Bacaan Lainnya

“Beliau (Farhan) sudah mengabdi, berkarya 34 tahun. Sekda jabatan tertinggi di sebuah pemerintahan. Saya sejak dulu sudah melihat kapasitas beliau. Di acara tertentu saya melihat beliau memberikan sambutan, bahasanya tertata, dari pembuka sampai penutup semua tertata baik,” ucap Martin Rantan, Jumat (4/9/2020).

Selain itu, Martin juga menceritakan momen tidak terlupakan bagi dirinya, karena saat itu Martin sedang sakit parah, dan harus dirawat di RS Fatimah Ketapang. Saat itu Farhan bersama keluarganya datang, menjenguk Martin Rantan. Farhan pun menyarankan kepada istri Bupati Ketapang,
Elisabeth Betty Martin untuk segera membawa Martin Rantan ke rumah sakit di Singapura.

“Saya berhutang nyawa sama beliau, karena waktu itu saya sakit dan dirawat di Rumah Sakit Fatimah. Beliau menyarankan istri saya untuk membawa saya berobat kembali ke Singapura,” ungkap Martin.

Martin yang kembali ikut maju di Pilkada didampingi Farhan sebagai wakilnya memberikan gambaran dinamika politik yang ada. Katanya, terjunnya Farhan di kancah politik, menjadi kader dari Partai Hanura, dan ikut di Pilkada 2020 Kabupaten Ketapang tentu memiliki tanggung jawab dan risiko besar.

“Saya berpesan kepada Bapak Farhan, setelah pensiun menjadi abdi negara dan terjun ke politik, masuk zona merah. Kita wajib berhati- hati, terkadang kita tidak berniat jahat pun, orang menjebak kita,” pesan Martin.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *