Abai Protokol Kesehatan, 26 Warga Didenda, Lima Pengelola Bayar Rp1 Juta

ARAHAN - Kasatpol PP Pontianak, Syarifah Adriana memberikan pengarahan kepada pelanggar Perwa Nomor 58/2020, Senin (7/9/2020).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Pontianak sudah menjaring 26 orang yang melanggar protokol kesehatan. Sebanyak 15 diantaranya membayar denda Rp200 ribu dan 11 orang memilih kerja sosial dengan membersihkan fasilitas umum.

“Mereka yang memilih kerja sosial dikumpulkan dalam satu tempat fasilitas umum dan kita awasi,” terang Kepala Satpol PP Kota Pontianak, Syarifah Adriana kepada insidepontianak.com, Senin (7/9/2020).

Bacaan Lainnya

Selain pengunjung, ada pula lima pemilik usaha yang didenda membayar Rp1 juta karena kedapatan pengunjungnya yang tak menggunakan masker.

“Ada lima tempat usaha yang didenda Rp1 juta, yakni Ibizza, Ambalat, kafe di Jalan Patimura, adapula yang di Jalan Reformasi,” tuturnya.

Razia tersebut digelar dalam rangka penegakkan Peraturan Wali Kota Pontianak Nomor 58/2020. Dalam aturan itu diatur sanksi dan kewajiban menerapkan protokol kesehatan. Bagi orang yang melanggar protokol kesehatan, maka akan diberikan sanksi mulai dari teguran lisan, tertulis dan kerja sosial dengan membersihkan fasilitas umum selama 30 menit, hingga denda sebesar Rp200 ribu. Uang tersebut disetor ke kas daerah.

Sedangkan bagi pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, dan penanggung jawab akan diberikan sanksi mulai dari teguran lisan, tertulis, denda Rp1 juta, penghentian sementara operasional usaha, hingga pencabutan izin usaha.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *