AKBP Agus Sudiman: Polisi dari Cerita Detektif

Kepala BNN Pontianak, AKBP Agus Sudiman.

Bukan barang mudah memutus mata rantai peredaran narkotika. Pola dan modus berkembang. Teror dan ancaman pun jadi makanan harian.

Tapi, tak ada kata menyerah apalagi kalah bagi Badan Narkotika Nasional (BNN).

Bacaan Lainnya

“Satu kata, lawan!” begitu cerita AKBP Agus Sudiman, Kepala BNN Kota Pontianak.

Agus menjabat posisi itu sejak tahun 2015. Berkantor di Pontianak Timur. Agus Sudiman sadar tugasnya tak mudah. Apalagi mengubah labelisasi masyarakat terhadap daerah rawan narkoba.

Sebagai putra daerah, ia tahu betul permasalahan yang saat ini terjadi. Sejumlah terobosan pun dilakukannya. Mulai dari sosialisasi, hingga pemberdayaan dengan memberikan pelatihan keterampilan. Program ini bekerja sama dengan Pemerintah Kota Pontianak.

“Kita sudah memberikan pelatihan keterampilan kepada remaja-remaja di sana yang putus sekolah dengan pelatihan service HP, membatik, dan keterampilan lainnya,” terangnya.

Tak hanya itu, program pemberdayaan juga diberikan kepada masyarakat dengan peralatan dan keramba untuk budidaya ikan guna menambah penghasilan.

PEMUSNAHAN – Kepala BNN Pontianak, AKBP Agus Sudiman dan Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan akan memusnahkan 1,3 kilogram sabu di Kantor BNN Pontianak, Selasa (4/8/2020).

Namun, upaya menuntaskan masalah narkoba, tak semudah yang dibayangkan. Perlu dukungan masyarakat dan stake holder terkait.

“Kita berharap mitra kita, stake holder terkait dapat sama-sama menangani daerah rawan secara simultan dan masif,” harapnya.

Lahir di Pontianak, Agus Sudiman merasa punya tanggung jawab moral membasmi narkotika di ‘Bumi Khatulistiwa’.  Amanah itu, mendoronganya bekerja maksimal, menuntaskan satu per satu jaringan pemasok barang haram. Keuntungan seorang anak asli, dia hapal wilayah. Komunikasinya dengan masyarakat lebih mudah.

Sadar anak muda yang jadi pasar, Komunitas Pelajar Anti Narkoba (Kopan) dibentuknya di sekolah-sekolah. Tak hanya sekolah negeri, tapi juga swasta.

“Kami berikan mereka bimbingan teknis agar mengerti bahaya narkotika, dan sudah menyasar di lingkungan pelajar, agar mereka waspada, dan terhindar dari narkotika,” terangnya.

PANTAU – Kepala BNN Pontianak, AKBP Agus Sudiman melihat langsung kerja sama BKPSDM Pontianak dengan BNN Pontianak dalam tes urin guru SD dan SMP di Pontianak Utara, Rabu (13/3/2019).

Menyukai Tantangan

Sejak kecil, bungsu dari tujuh bersaudara ini dikenal mandiri. Ia pun menyukai tantangan. Punya hobi menonton film James Bond, dan film detektif. Ada kepuasan ketika terlibat membongkar kasus kejahatan. Kesenangan itulah yang mendorongnya menjadi polisi.

Puncaknya pada tahun 1998 , pascamenyelesaikan pendidikan S-1  di Fakultas Ekonomi, Universitas Tanjungpura, ia mantap mendaftar.

“Saya daftar polisi tahun 1998, tanpa sepengetahuan orang tua,” ceritanya.

Awal mengikuti tes, tak ada yang tahu perjuangan Agus menjadi polisi. Ia ingin memberi kejutan kepada keluarga dan saudaranya. Namun, rencana itu lambat laun ketahuan juga.

LANTIK – Kepala BNN Pontianak, Agus Sudiman melantik Komunitas Pelajar Anti Narkotika SMPN 1 Pontianak, Senin (29/1/2018). BNN PONTIANAK

“Detik-detik pengumuman pantohir, kartu tanda pendaftaran saya jatuh di lantai tanpa saya sadari dan kakak saya melihat. Akhirnya keluarga tahu saya daftar polisi,” ungkapnya.

Namun, garis tangannya mulus. Setelah menjadi polisi, ia malang melintang bertugas di sejumlah tempat. Sebelum menjabat Kepala BNN, ia pernah menduduki kursi Kapolsek Kapuas Hilir dan Kapolsek Kapuas Kuala di Polres Kapuas, Kalteng. Terakhir, menjadi Kasat Reserse Kriminal Umum Polres Kota Waringin Timur, Kalteng tahun 2006-2008.

Tahun 2009, pria yang karib mengoleksi batu cincin ini dimutasi ke Polda Bengkulu sampai akhirnya kembali ke Polda Kalbar tahun 2010.

Di Polda Kalbar, ia dipercaya menduduki jabatan sebagai Wakapolres Melawi. Selain itu, ia juga pernah menjabat Kasubag Renmin Direktorat Kriminal Umum selama tiga tahun. Selanjutnya tahun 2013 menjadi Kasubdit 2 Krimsus, serta 2014 menjadi Kasubdit Kerma Direktorat Binmas, dan 2014 menjadi penyidik Madya Direktorat Narkoba.

SINERGI – BNN Pontianak dan Pemkot Pontianak bersinergi dalam HANI 2019 di halaman Gor Pangsuma Pontianak, Minggu (28/7/2019).

Andalkan Kemampuan Diri

Mencapai keberhasilan perlu usaha dan kerja keras. Pesan ini selalu tertanam di pikiran Agus Sudiman ketika pertama mendaftar polisi. Jauh hari sebelumnya, ia telah mempersiapkan diri, pergaulan negatif dijauhi. Ia yakin, takdirnya bisa diraih dengan kakinya sendiri.

“Jadi tak ada pesimis, saya yakin berusaha dengan kaki sendiri,” terangnya.

Agus berharap generasi muda yang memiliki minat menjadi polisi, mempersiapkan diri dengan  kemampuan diri sendiri.

“Jangan pengin sesuatu yang instan,” pesannya.

Menjadi polisi, tak usah berpikir jadi kaya. Dikhawatirkan prosesnya malah menyimpang.

“Jalani saja menjadi seorang polisi yang benar, kita sudah diberikan hak-hak. Berusaha menjadi panutan dan solusi bagi masyarakat, bukan membebani masyarakat,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *