Edi Kamtono: Sanksi Sapu Jalan Penerapan Perwa 58/2020

SAPU - Seorang pengendara motor yang tak bermasker disanksi menyapu jalan di Jalan Diponegoro, Pontianak, Selasa (8/9/2020).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, pemberlakuan sanksi sosial terhadap masyarakat yang tidak mentaati protokol kesehatan itu dalam rangka menerapkan Perwa Nomor 58 Tahun 2020.

“Jadi ini sudah penerapan sanksi, kita minta warga patuh terutama penggunaan masker,” katanya, Selasa (8/9/2020).

Bacaan Lainnya

Dirinya menyebutkan saat ini seharusnya tidak ada alasan untuk tidak menggunakan masker. Sebab dari sisi harga, masker itu terjangkau dan tersedia di mana-mana. Tinggal kemauan warga untuk disiplin menggunakan masker.

Edi menambahkan Perwa tersebut merupakan turunan Inpres dan Peraturan Gubernur Nomor 101 tentang pencegahan dan penanggulangan Covid-19. Dalam peraturan tersebut sanksi yang akan diberikan kepada pelanggar protokol kesehatan yakni peringatan, kerja sosial seperti menyapu, serta denda Rp200 ribu. Hal tersebut juga tertuang dalam Perwa dan diberlakukan kepada pengguna jalan.

“Bagi pengendara yang tidak menggunakan masker maka akan diberikan sanksi sosial,” sebutnya.

Sebelumnya, sebanyak 23 pengendara lalu lintas terjaring razia masker yang digelar Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pontianak di dua lokasi, yakni di lampu merah simpang Kantor Pajak, dan simpang Jalan Diponegoro, Selasa (8/9/2020). Mereka langsung diberikan sanksi kerja sosial membersihkan fasilitas umum selama 30 menit.

“Tadi sudah kita terapkan razia masker di simpang lampu merah, pajak dan Jalan Dipenogoro, dalam rangka menegakkan Peraturan Wali Kota Pontianak Nomor 58/2020,” kata Kepala Dishub Kota Pontianak, Utin Srilena Candramidi kepada insidepontianak.com, Selasa (8/9/2020).

Dalam razia itu, ada 23 pengendara yang hari ini terjaring razia. Mereka pun langsung diminta melakukan kerja sosial dengan membersihkan fasilitas umum, menyapu dan mengepel.

“Jadi kenakan sanksi sosial dulu, ngepel, nyapu, dan tidak menutup kemungkingan bersihkan parit,” terangnya.

Dia berharap dengan razia yang gencar dilakukan, dapat meningkatkan kesadaran masyarakat menggunakan masker.

Razia protokol kesehatan ini dalam rangka menegakkan Peraturan Wali Kota Pontianak Nomor 58/2020. Dalam aturan itu diatur sanksi dan kewajiban menerapkan protokol kesehatan. Mereka yang melanggar akan diberikan sanksi mulai dari teguran lisan, tertulis dan kerja sosial dengan membersihkan fasilitas umum selama 30 menit, hingga denda sebesar Rp200 ribu. Uang tersebut disetor ke kas daerah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *