Pontianak Raih Emas Perdana Cabang Fahmil Qur’an Putra

JUARA - Grup Fahmil Qur’an Putra Kota Pontianak yang terdiri dari Ismail Fauzi, Syahrul Mubarak dan Abdul Hamid. PROKOPIM PONTIANAK

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kafilah Kota Pontianak berhasil meraih medali emas pertamanya pada cabang lomba Fahmil Qur’an atau Cerdas Cermat Al-Qur’an Putra pada pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXVIII Tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Grup Fahmil Qur’an Putra Kota Pontianak yang terdiri dari Ismail Fauzi, Syahrul Mubarak dan Abdul Hamid berhasil menyisihkan kontingen Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sintang dan Kabupaten Mempawah pada babak final yang digelar di Aula Masjid Raya Mujahidin dengan meraih nilai tertinggi, Senin (7/9/2020) malam.

Ismail Fauzi, juru bicara grup Fahmil Qur’an bangga karena dirinya bersama kedua rekannya berhasil mendulang medali emas pertama untuk Kafilah Kota Pontianak.

“Kami terharu dan bangga karena ini adalah medali emas pertama bagi Kafilah Kota Pontianak,” ujarnya.

Ia berharap hasil yang telah dicapai ini menjadi motivasi timnya untuk mengharumkan nama Provinsi Kalbar pada MTQ Tingkat Nasional. Untuk itu, Ismail bersama rekan satu timnya akan terus berlatih dan mengasah kemampuannya dalam mempersiapkan diri menghadapi MTQ Tingkat Nasional.

“Kami mohon doanya agar kami bisa mengharumkan nama Pontianak khususnya dan Kalbar umumnya,” ucap Ismail.

Ketua Kafilah Kota Pontianak, Ahmad Nurdin mengatakan suatu kewajaran bila setiap juara yang sekarang berhasil di tingkat Provinsi juga berkeinginan menjadi juara di tingkat Nasional namun tentunya ada upaya-upaya yang harus ditingkatkan agar keinginan tersebut tercapai.

“Tentu mereka harus lebih giat belajar dan banyak berlatih agar berhasil, kita berharap ketiganya bisa menjadi wakil dari Kalbar,” tuturnya.

Menurut Nurdin, tidak ada strategi khusus untuk meraih kemenangan akan tetapi sejak pemusatan latihan sebagai tim, peserta Fahmil Qur’an diminta selalu menjalin kekompakan dan saling mengisi antara satu dengan yang lainnya.

“Contohnya ketika babak pertama itu harus ada informasi dari kanan dan kiri meskipun yang menjawab pertanyaan itu peserta yang di tengah, jadi harus tetap saling mengisi,” jelasnya.

Meskipun lomba Fahmil Qur’an Putra berhasil meraih emas namun sebagai Ketua Kafilah Kota Pontianak, Nurdin memiliki catatan tersendiri yang akan dijadikan bahan evaluasi perbaikan di masa mendatang.

“Catatan saya, soal bagian pertama itu harusnya dijawab paling kurang 80 persen, tadi kan belum sampai, Dari 10 pertanyaan minimal 80 persen nya dijawab dengan benar apalagi bisa sampai 100 persen tentu itu yang menjadi harapan kita,” pungkasnya. (maulana)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *