Empat Petugas Puskesmas Positif Covid-19, Masyarakat Sungai Pinyuh Diimbau Waspada

Anggota DPRD Mempawah, Sulastri.

MEMPAWAH, insidepontianak.com – Anggota DPRD Mempawah, Sulastri mengimbau masyarakat agar waspada menyusul empat orang petugas kesehatan di Puskesmas Sungai Pinyuh positif Covid-19. Walau waspada, masyarakat diminta tidak takut.

Dia menyarankan agar setiap beraktivitas di luar ruangan, masyarakat Kecamatan Sungai Pinyuh harus menggunakan masker.

Bacaan Lainnya

“Kalau kita sayang dengan keluarga, sayang dengan orang-orang terdekat kita, maka gunakanlah masker saat beraktivitas sehari-hari selama pandemi Covid-19 ini,” kata wakil rakyat Dapil Sungai Pinyuh-Anjongan tersebut.

“Masyarakat tidak boleh takut, tapi wajib waspada dan selalu menerapkan protokol kesehatan,” tambahnya.

Sulastri mendoakan agar petugas Puskesmas Sungai Pinyuh yang terkonfirmasi positif virus Corona lekas sembuh.

“Mudah-mudahan lekas sembuh supaya bisa kembali melayani masyarakat,” katanya.

Terakhir dia menyarankan agar Puskesmas Sungai Pinyuh ditutup sementara.

“Supaya bisa dilakukan sterilisasi di areal bangunan, seperti dengan melakukan penyemprotan cairan disinfektan,” pungkasnya.

Sebelumnya, kasus Covid-19 baru di Kalbar bertambah 12 kasus per Rabu (9/9/2020). Sebarannya di Pontianak lima kasus, Mempawah empat kasus, dan Singkawang tiga kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson menyebutkan temuan 12 kasus Covid-19 baru itu merupakan hasil pemeriksaan swab terhadap 466 orang yang dilakukan Laboratorium RS Untan .

“Hasilnya, 12 orang dinyatakan positif, 435 orang lainnya negatif dan 17 orang di-running ulang,” katanya.

Dia menjelaskan, lima kasus tambahan baru di Kota Pontianak, satu diantaranya merupakan hasil razia yang dilakukan jajaran petugas Dinas Kesehatan di Bundaran Digulis Untan terhadap warga yang tidak memakai masker.

Sedangkan empat kasus baru di Mempawah merupakan petugas kesehatan di Puskesmas Sungai Pinyuh. Keempatnya terpapar Corona, karena kontak langsung dengan satu pasien klaster Sekolah Tinggi Teologi mempawah yang sempat dirujuk di RSUD Soedarso dan akhirnya meninggal dunia.

“Dan tiga kasus tambahan baru di Singkawang, satu orang merupakan sekretaris Wali Kota Singkawang. Kemudian dua orang pasien dari RSUD Abdul Aziz merupakan klaster keluarga,” sebutnya.

Dengan tambahan 12 kasus baru tersebut, maka total kasus Covid-19 di Kalbar sampai 9 September 2020 mencapai 723 orang. Di mana, 621 pasien atau 85,89 persen dinyatakan sembuh dan enam pasien dinyatakan meninggal.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *