Rapid Test Syarat Penerbangan Dihapus, Gubernur Sutarmidji: Kerjaan Konyol Pak Menteri

Gubernur Kalbar, Sutarmidji.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Gubernur Kalbar, Sutarmidji memprotes kebijakan penghapusan syarat rapid test untuk warga yang akan bepergian menggunakan maskapai penerbangan. Menurutnya, kebijakan itu adalah tindakan yang tidak tepat, di tengah semua pihak sedang berjuang melawan dan mengendalikan penyebaran Covid-19.

“Itu pekerjaan konyol Pak Menteri itu, ya. Kenapa? (karena) tidak semua OTG (orang tanpa gejala atau asimtomatik) itu bisa sembuh 10 hari. Gak semua,” ucapnya, Rabu (9/9/2020).

Bacaan Lainnya

Menurut Sutarmidji, kasus OTG yang dibawa dari luar Kalbar jumlah virusnya sangat banyak. Bahkan setelah 12 hari diperiksa kembali hasil swabnya, masih ditemukan virus di tubuhnya dengan jumlah bisa mencapai enam juta kopi virus.

“Nah, itu potensi menjangkiti. Kalau dari Jawa menularkan ke warga sini itu yang bahaya. Kandungan virusnya besar. Kesembuhannya di atas 26 hari. Bagaimana kita bisa bilang 10 hari. Itu konyol menurut saya,” katanya.

Sutarmijdi memastikan, akan tetap melakukan pemeriksaan kesehatan secara ketat, terhadap semua penumpang pesawat yang datang di Bandara Internasional Supadio Pontianak. Bila perlu persyaratan harus menunjukkan hasil swab.

“Gitu harusnya. (Sekarang) rapid testnya cabut. Lalu diwajibkan daerah melakukan itu (tracing). Konyol lah. Iya kalau daerah ada PCR-nya. Kalau tak memadai, itu pekerjaan yang tak masok akal kayak gitu tu,” kesalnya.

Sutarmidji pun mengritik Pemerintah Pusat yang terkesan tidak konsisten dalam menangani dan menanggulangi penyebaran Covid-19 tersebut.

“Gimane mau tangani Covid di Indonesia ini kalau model macam gitu. Udah tahu daerah itu kemampuannya terbatas. Tapi diberi beban tracing orang. Saya tetap akan lakukan pemeriksaan. Karena sekarang ini (penularan covid-19 di Kalbar) di pintu masuk. Bukan di pintu keluar,” tutupnya.

Sebelumnya, dalam Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019, dijelaskan bahwa orang yang hendak bepergian tidak harus melewati pemeriksaan rapid test.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *