Keliling Pasar Pagi-pagi, Edi Kamtono Sosialisasi Pontianak Bermasker

SOSIALISASI - Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono menyosialisasikan pentingnya menggunakan masker kepada pedagang Pasar Flamboyan, Kamis (10/9/2020) pagi. PROKOPIM PONTIANAK

PONTIANAK, insidepontianak.com – Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono turun pagi-pagi keliling pasar menyosialisasikan penggunaan masker, Kamis (10/9/2020). Titik pertama adalah pasar Flamboyan.

Ketika baru menjejakkan kaki, dia bertemu dengan pedagang tak bermasker. Alasannya tertinggal di motor. Pedagang itu pun diberi masker.

Bacaan Lainnya

Edi Kamtono yang datang bersama Kapolresta Pontianak dan Dandim 1207/BS, mengingat pedagang dan pembeli untuk taat protokol kesehatan. Mereka mengunjungi sudut pasar, demi Pontianak bermasker agar bebas dari pandemi.

Pagi ini, mereka akan keliling di empat pasar. Yakni pasar Flamboyan, Dahlia, Kemuning dan Puring.

“Bagi yang tidak pakai masker, kita swab langsung dan kita sanksi karena sudah ada peraturan wali kota. Mereka kerja sosial atau denda Rp200 ribu,” kata Edi Kamtono.

Edi mengatakan, secara umum masyarakat sudah paham manfaat dan tahu kewajiban menggunakan masker, tapi dalam praktiknya, ada yang lupa, ada yang tidak nyaman.

“Sebenarnya 90 persen mereka sudah menggunakan masker. Kita masih bersifat pembinaan, agar mereka sadar masker. Ada yang dibina ada yang dihukum sosial dan denda,” katanya.

Dia mengingatkan, dari data nasional, angkat ketertularan terus meningkat. Angkanya kini sudah mencapai 200 ribu.

“Sekarang sudah masuk gelombang kedua dengan beragam masker. Kita ketahui Covid ini hanya tertular antarmanusia, karenanya perlu disiplin menggunakan masker, menghindari kerumunan dan kita sudah tahu, kebiasaan-kebiasaan baru yang harus dilakukan,” jelasnya.

Bukan tanpa alasan. Dari pengalamannya, masker benar-benar andal. Hal itu terlihat ketika sejumlah pegawai Pemkot Pontianak positif Corona. Padahal, Edi sering berinteraksi dengan mereka, namun tak tertular. Hasil tes usapnya negatif.

“Memang kuncinya ada di masker, dengan kita tidak gampang asal sentuh barang, selalu cuci tangan atau dengan hand sanitizer, dan langsung mandi ketika pulang, ini bisa memutus mata rantai. Saya berharap ini jadi kebiasaan baru kita,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *