Ketapang Miliki Galeri dan Rumah Produksi

Pj Sekda Ketapang, Heronimus Tanam.

KETAPANG, insidepontianak.com – Pj. Sekda Heronimus Tanam menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan galeri dan rumah produksi di Jalan Letkol Thohir, Kelurahan Tengah, Kecamatan Delta Pawan, Ketapang, Kamis (10/9/2020). Pembangunan galeri dan rumah produksi itu merupakan program dari Kota Tanpa Kumuh (KotaKu) Pemerintah Pusat, berdasar pada Keputusan Menteri Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 167 Tahun 2020.

“Dengan ditetapkannya Pemerintahan Daerah sebagai nahkoda, harapannya dapat memimpin kegiatan penanganan permukiman kumuh secara kolaboratif dengan berbagai pemangku kepentingan dengan melibatkan masyarakat dan kelompok peduli lainnya,” ujar Bupati Mantin yang disampaikan Pj Sekda.

Bacaan Lainnya

Pemkab berharap pembangunan galeri dan rumah produksi ini bisa bermanfaat dan menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat.

“Terima kasih kepada semua pihak atas pelaksanaan program KotaKu, dan semoga ada program-program lain yang dapat dilaksanakan di Kabupaten Ketapang dan kami siap mendukung demi terciptanya kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalimantan barat, Deva Kurniawan Rahmadi mengatakan dalam program KotaKu Kabupaten Ketapang mendapatkan alokasi bantuan pemerintah untuk masyarakat. Bantuan Pembangunan untuk Masyarakat (BPM) reguler skala lingkungan di lima kelurahan/desa yaitu Kelurahan Sampit, Kelurahan Sukabangun, Desa Kalinilam, Kelurahan Muliakerta dan Kelurahan Kauman mendapat alokasi bantuan sebesar Rp1 miliar setiap kelurahan/desa.

“Kami juga melakukan penguatan kapasitas masyarakat di lima kelurahan tadi dengan alokasi bantuan Rp10juta per kelurahan/desa,” katanya.

Deva mengajak dalam pelaksanaan pembangunan untuk perlu memastikan kepatuhan pelaksanaan. Kemudian tertib administrasi sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku.

“Saya harap agar tetap menjaga kualitas infrastruktur yang terbangun dengan tetap mengoptimalkan pengendalian dan pengawasan kualitas infrastrukturnya,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *