Lima Kasus Covid-19 Hari Ini, Gubernur Sutarmidji Gencarkan Razia Masker

SWAB - Seorang pengunjung Pasar Flamboyan menjalani swab tes lantaran tak bermasker, Kamis (10/9/2020). HUMPRO KALBAR

PONTIANAK, insidepontianak.com – Gubermur Kalbar, Sutarmidji kembali menyampaikan lima tambahan kasus Covid-19 baru di Kalbar, Kamis (10/9/2020). Kelima tambahan kasus baru itu tersebar di Pontianak tiga kasus dan Kubu Raya dua kasus.

“Hari ini dari 500 swab (yang sudah diperiksa) ada lima yang positif. Pontianak tiga dan kubu raya dua kasus. Sepertinya (keterjangkitan) transmisi lokal,” kata Sutarmidji diwawancarai usai melihat kondisi pelaksanaan protokol kesehatan bagi masyarakat di Pasar Falmboyan.

Bacaan Lainnya

Sutarmidji memastikan, jajaran Pemrov Kalbar bersama Polda dan Kodam XII Tanjungpura akan terus mengawasi penggunaan masker bagi masyarakat. Terutama di tempat-tampat ramai seperti pasar rakyat.

“Sekarang ini, Covid ini tidak ada obat lain selain (melakukan pencegahan) pakai masker. Kita belum bisa hanya (andalkan) jaga jarak. Tapi kalau pakai masker potensi penularannya hanya dua persen. Sehingga penggunaan masker itu penting,” sebutnya.

Hasil pantauannya, penggunaan masker oleh masyarakat di pasar Flamboyan sudah mencapai 95 persen. Namun dia tak percaya begitu saja. Menurutnya, kepatuhan masyarakat dalam menggunakan masker bisa saja hanya di waktu-waktu saat ada pengawasan atau razia oleh aparat.

“Ini menjadi bahan evaluasi kita. Walaupun tadi kita lihat 95 persen pakai masker, tapi tingkat kepatuhan itu mungkin karena saya datang,” katanya.

Oleh karena itu, Sutarmidji mengisyaratkan bakal melakukan razia mendadak di pasar-pasar tradisional. Jika ditemukan warga yang tidak memakai masker, langsung dites usap.

“(Nanti) kita akan lakukan pemeriksaan dadakan. Jadi ini untuk bahan evaluasi kita lah. Satpol-PP akan kita tempatkan di pasar sebanyak mungkin. Kalau ada (warga) yang tak pakai masker, swab langsung,” tegasnya.

Penggalakan penggunaan masker kata Sutarmidji akan terus dilakukan. Tujuannya untuk menekan angka ketertularan Covid-19 di Kalbar. Menurutnya, menculnya klaster baru di Kalbar saat ini akibat tidak disiplinnya masyarakat menjalankan protokol kesehatan. Terutama dalam penggunaan masker.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *