Penelepon Gelap Sasar Pendaftar Bantuan Usaha Mikro Mempawah, Minta Uang untuk Syarat Lolos

ilustrasi.

MEMPAWAH, insidepontianak.com – Warga Desa Peniraman, Kecamatan Sungai Pinyuh, Mempawah, Kurnia, mendapat telepon gelap dari orang tak dikenal. Dia dimintai sejumlah uang sebagai persyaratan lanjutan pendaftaran Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM).

Sebelumnya, Kurnia sudah mendaftar ke Kantor Dinas Penanaman Modal, Koperasi, UKM dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Jalan Daeng Manambon Mempawah untuk mendapatkan bantuan senilai Rp2,4 juta bagi pelaku usaha yang terdampak Covid-19.

Bacaan Lainnya

Sepekan setelah mendaftar sebagai calon penerima bantuan tersebut, Kurnia ditelepon orang yang mengaku berasal dari Kota Mempawah. Awalnya orang tersebut meminta pulsa, kemudian meminta ditransfer uang.

“Lama-kelamaan minta uang Rp500 ribu untuk rekening, dan dia bilang mendapat nomor saya di formulir pendaftaran (BPUM), dia tidak mau menyebutkan namanya,” kata Kurnia.

Kurnia bingung, sebab dalam proses pendaftaran tidak ada persyaratan yang mewajibkan pendaftar membuka rekening dengan saldo Rp500 ribu.

“Saya kan orangnya tidak terlalu mengerti hal seperti ini, jadi saya bingung apakah benar harus mengirim uang sebagai syarat menerima bantuan,” katanya.

Diduga penelepon gelap tersebut berupaya melakukan percobaan penipuan. Kendati tidak berhasil, korbannya merasa resah. Ketika dihubungi nomor tersebut sudah tidak bisa tersambung.

“Kalau ini percobaan penipuan, saya khawatir ada orang lain lagi yang menjadi target, jadi saya harap masyarakat waspada saja, penelepon tersebut menggunakan nomor 0856-6888-6230,” katanya.

Camat Sungai Pinyuh, Daeng Dicky mengaku sudah mendengar informasi adanya penelepon gelap tersebut. Dia pun mengimbau warga tidak mudah tertipu dengan iming-iming orang tak dikenal yang meminta sejumlah uang.

“Iya saya sudah mendengar informasi tersebut, saya menduga itu adalah modus penipuan, maka saya mengimbau masyarakat untuk waspada, jangan mudah memberikan uang kepada orang tak dikenal dengan iming-iming apa pun,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *