92 PMI Dideportasi dari Malaysia, Satu PMI Asal Indra Mayu Reaktif Rapid Test

DATA - Sebanyak 85 PMI yang dideportasi dari Malaysia didata petugas Dinas Sosial Kalbar saat tiba di Pontianak, Minggu (13/9/2020) dini hari. DINSOS KALBAR

PONTIANAK, insidepontianak.com – Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PB2MI) Kalbar kembali memulangkan 92 orang PMI Deportasi dari Malaysia, melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Sabtu (12/9/2020) sore.

Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kalbar, Andi Kusuma Irfandi menyebutkan, para PMI Deportan tersebut kini sudah berada di Dinas Sosial Kalbar. Selanjutnya, pihak Dinsos akan memfasilitasi mereka untuk dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing.

Bacaan Lainnya

Adapun jumlah PMI deportan asal Kabar kali ini sebanyak 47 orang. Terdiri dari dua orang dari Kubu Raya, satu orang dari Mempawah, tujuh orang dari Landak, dua orang dari Singkawang, 16 orang dari Sambas, 14 orang dari Bengkayang, satu orang dari Pontianak, dan empat orang dari Sanggau.

Sedangkan PMI deportan dari luar Kalbar sebanyak 38 orang. Terdiri dari tiga orang dari Jawa Tengah, sembilan orang dari Jawa Barat, lima orang dari Jawa Timur, satu orang dari DKI, enam orang dari Sulawesi Tengah, satu orang dari Nusa Tenggara Timur, tiga orang dari Nusa Tenggara Barat, dua orang dari Kalimantan Timur, satu orang dari Kalimantan Utara, lima orang dari Riau, dan satu orang dari Sulawesi Utara.

“85 orang PMI yang dideportasi ini, sebelum dipulangkan ke Dinas Sosial Kalbar mereka telah menjalani rapid test di PLBN Entikong,” katanya.

Kepala Dinas Sosial Kalbar, Golda M Purba menyebutkan, jumlah PMI yang diterima pihaknya dari BP2MI Kalbar, Minggu (13/9/2020) dini hari sebanyak 85 orang. Karena ada enam orang lainnya asal dari Bonti, Kabupaten Sanggau sudah turun di Entikong untuk pulang ke kampung halamannya masing-masing.

“Selain itu, ada satu orang asal Indramayu diantar langsung Petugas KKP Entikong menuju Poltekkes Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar untuk menjalani karantina, karena sesuai hasil rapid test, yang bersangkutan dinyatakan reaktif,” jelasnya.

Untuk 38 orang PMI dari luar Kalbar, sementara akan ditampung di shelter Dinas Sosial Provinsi Kalbar sampai menunggu pemulangan sesuai jadwal kapal.

“Kondisi 85 orang PMI yang diserahterimakan dari BP2MI ke Dinsos, sehat walafiat,” ujarnya.

Menurut Golda, PMI yang dideportasi tersebut sebagian karena tidak memiliki paspor dan visa kerja. Selain itu adapula sebagian dari mereka dipulangkan karena kontrak kerjanya sudah habis.

“Hasil asesment kita, kebanyakan dari PMI ini ditangkap di PDRM (Polisi Diraja Malaysia) dan sudah menjalani hukuman beberapa bulan. Lalu diurus perwakilan Indonesia di Malaysia untuk dideportasi,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *