Aniaya Anak Kandung Hingga Patah Kaki, Suami Duga Istrinya Gangguan Jiwa

ilustrasi.

MEMPAWAH, insidepontianak.com – H, suami anak empat tahun yang dianiaya ibunya hingga patah kaki, menduga sang istri mengalami gangguan jiwa. Warga Sungai Pinyuh ini menikahi N–istrinya, lima tahun lalu.

“Dulu waktu saya menikah dengannya, tidak sekasar ini, setelah mendapatkan anak dari saya barulah saya tahu kalau istri saya adalah orang yang kasar,” cerita H, Minggu (13/9/2020).

Bacaan Lainnya

H melaporkan istrinya sendiri ke polisi atas dugaan tindakan pidana penganiayaan terhadap anak lelakinya yang berusia empat tahun. Akibat penganiayaan itu, anaknya menderita lebam sampai patah kaki.

Dia menduga, istrinya mengalami gangguan kejiwaan. Sebab setahun setelah menikah, lahirlah anak laki-laki yang sangat dia sayangi. Namun kenyataannya berbalik ketika dia tahu bahwa istrinya sendiri sering menganiaya anak tersebut.

“Mungkin ada kelainan kali, awal-awal pernikahan kami dia tidak begini. Tapi ternyata setelah saya tanya ke anak tiri saya rupanya mereka dulu juga sering dipukul. Saya pun baru tahu sekarang,” tuturnya.

Selasa (11/8/2020), atau sekitar sebulan yang lalu, istrinya berinisial N melakukan penganiayaan terhadap anak lelakinya hingga menyebabkan patah kaki. Saat itu para tetangga yang mengetahui hal tersebut sempat melaporkan ke polisi.

“Waktu itu saya disuruh pulang oleh Polisi, tidak lama istri saya menelepon katanya tidak ada masalah apa-apa, dia suruh saya jangan pulang, jadi saya tidak pulang,” katanya.

H bekerja sebagai buruh bangunan di Pontianak. Dia jarang sekali pulang. Setiap minggu dia hanya mengirim uang untuk kebutuhan sehari-hari keluarga kecilnya.

Sabtu (12/9/2020) kemarin, sekitar pukul 07.00 pagi WIB, terjadi pertengkaran hebat antara H dan istrinya. Berawal dari anak lelakinya yang dipaksa untuk menghabiskan makanan. H cekcok dengan istrinya karena kata-kata kasar yang dikeluarkan istrinya saat memberi anaknya makan.

“Anak saya dibenturkan ke dinding, mulutnya disodok-sodok dengan sendok, dia paksa untuk makan. Saya juga mau dibunuhnya, dia mengambil pisau mengayunkan ke arah badan saya. Untung saya bisa mengelak dan lari keluar rumah, dari situlah tetangga pada keluar dan membantu saya,” katanya.

Dalam pertengkaran itu, istrinya sempat membakar pakaian H di atas meja kompor. Dia kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polisi. Pihak kepolisian langsung menangkap dan menahan istrinya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *