Dana Bagi Hasil Pajak Daerah Sanggau, Sekadau dan Kayong Utara Terancam Ditunda

SWAB - Seorang pengunjung Pasar Flamboyan menjalani swab tes lantaran tak bermasker, Kamis (10/9/2020). HUMPRO KALBAR

PONTIANAK, insidepontianak.com – Transfer dana bagi hasil pajak daerah dari Pemerintah Provinsi Kalbar ke Pemerintah Kabupaten Sanggau, Sekadau dan Kayong Utara terancam ditunda. Pasalnya, tiga kabupaten ini tak mengirim sampel uji swab PCR Covid-19 minimal 200 sampel per minggu sebagaimana yang diatur dalam Pergub Kalbar Nomor 110 Tahun 2020.

Pasal 9 ayat (1) Pergub tersebut mengamanatkan Pemerintah Kabupaten/Kota yang belum memiliki Laboratorium PCR wajib mengirim sampel uji swab PCR minimal 200 per minggu yang disampaikan kepada Gubernur melalui Perangkat Daerah yang menangani urusan di bidang kesehatan.

Bacaan Lainnya

“Kabupaten/Kota yang tidak melaksanakan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 ayat (1) dikenakan sanksi berupa penundaan transfer dana bagi hasil pajak daerah,” tulis pasal 17 aturan tersebut.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson mengatakan tiga kabupaten itu tidak melakukan testing secara masif ke penduduknya. Hingga minggu kedua September ini, Kabupaten Sanggau hanya tercatat mengirim empat sampel swabnya ke Dinkes Kalbar untuk dilakukan pemeriksaan.

Begitu pula kabupaten Sekadau. Mereka hanya mengirim 74 sampel swab dan Kayong Utara mereka hanya mengirim 23 sampel swab.

“Tiga kabupaten zona hijau ini ndak masuk akal kalau kita bandingkan dengan jumlah sampel testing yang mereka kirim ke kita. Jadi, kita meragukan zona hijau pada kabupaten Sanggau, Sekadau, dan Kayong Utara,” kata Harisson.

Padahal, berdasarkan Peraturan Gubernur Kalbar Nomor 110 Tahun 2020, Kabupaten Kota diharapkan melakukan testing dan wajib mengirim sampel swab sebanyak 200 sampel per minggu, untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium di Rumah Sakit Untan.

Sejauh ini kata Harisson, tercatat lima kabupaten/kota yang sudah melaksanakan perintah Pergub terkait kewajiban mengirim sampel dengan jumlah paling kurang 200 sampel per minggu.

“Lima kabupaten kota yang paling banyak mengirim sampel swab sampai minggu kedua September ini, Pontianak sebanyak 588 sampel, Sintang 567 sampel, Mempawah 390 sampel, Kubu Raya 312 sampel, dan Bengkayang 181 sampel,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *