Kadinkes Kayong Utara Sebut Tes Usap Sepekan 200 Sampel Membebani

AMBIL - Petugas Dinas Kesehatan Pontianak mengambil sampel lendir pejabat eselon Pemkot Pontianak di Kantor Wali Kota Pontianak, Selasa (1/9/2020). PROKOPIM PONTIANAK

KAYONG UTARA, insidepontianak.com – Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kayong Utara, Bambang Suberkah buka suara soal rendahnya pengiriman sampel tes usap ke Pemerintah Provinsi Kalbar.

Menurutnya, target provinsi 200 swab per minggu cukup membebani. Terlebih penduduk Kayong Utara yang hanya seratus ribu lebih. Bila tes usap berdasarkan standar WHO, maka jumlah penduduk  Kota Pontianak bisa lebih dari 200 orang per minggu.

Bacaan Lainnya

“Yang benar itu 1000:1 penduduk per minggu. Kalau dihitung –hitung Kayong hanya 126 paling tinggi swab per minggu, Pontianak seharusnya 500 sampai  600 per minggu karena jumlah penduduknya 600.000,” katanya, Selasa (15/9/2020).

Pihaknya akan menunggu instruksi Bupati Kayong Utara, terkait kewajiban tes usap 200 orang per pekan sesuai instruksi Gubernur Kalbar.

Menurut Bambang, jika seseorang harus dites usap, maka hasilnya baru dapat diketahui 14 hari paling cepat. Ketika orang tersebut positif sesuai hasil tes usap, maka orang tersebut selama 14 hari sudah melakukan kontak. Karena jika hanya menekankan karantina mandiri maka tidak dapat dipastikan berjalan sesuai prosedur.

“Dari kabupaten pokoknya 200 per minggu, kan begitu doang. Bukannya tidak bisa (mengirim sampel swab 200 per minggu) alasannya apa, apakah hanya intruksi gubernur? Pak Bupati belum instruksikan, mana saya berani,” terangnya.

“Biaya pemeriksaannya sana (provinsi) yang nanggung, tapi swab, packing, kirim, yang bertugas,  semua biaya kita yang menanggung,” tambahnya. (fauzi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *