Tengkorak Kepala Retak, Korban Penganiayaan Ibu Kandung di Sungai Pinyuh Dibawa ke Dokter Saraf

ilustrasi.

MEMPAWAH, insidepontianak.com – Tengkorak kepala anak laki-laki usia empat tahun yang menjadi korban penganiayaan ibu kandung di Kecamatan Sungai Pinyuh retak. Dia pun dibawa ke dokter spesialis saraf, Selasa (15/9/2020).

Selain dibawa ke dokter spesialis saraf, anak yang sedang patah kaki kirinya ini juga akan dibawa ke psikolog untuk asesment trauma yang sedang dideritanya.

Bacaan Lainnya

Ayah korban, H, yang juga pelapor istrinya sendiri mengatakan retaknya tengkorak kepala anaknya tersebut berdasarkan hasil foto rontgen.

“Iya menang benar tengkorak kepala anak saya ada yang retak, sudah jelas dilihat di foto rontgennya. Saya diperintahkan oleh KPAID untuk membawa anak saya ke RSUD Rubini Mempawah untuk diperiksa,” katanya.

H mengatakan, selain konsultasi ke dokter spesialis saraf, anaknya juga akan dibawa ke psikolog.

“Katanya untuk memulihkan trauma yang dialami anak saya. Saya lihat memang benar anak saya ini sepertinya sedang trauma, karena dia takut sekali dengan ibunya. Kalau kita sebut-sebut ibunya dia ketakutan,” tuturnya.

Dia berharap, segala macam upaya yang dilakukan demi kebaikan anaknya bisa dipermudah dan dibantu oleh pemerintah. Apalagi selama kasus ini bergulir dia tidak bekerja.

“Saya harap orang-orang yang baik peduli dengan saya, selama ini saya kan hanya buruh bangunan. Karena kasus ini saya tidak bekerja. Mudah-mudahan banyak orang baik yang mau membantu saya,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *