Kasus Video Call Sex Diduga Anggota DPRD Sambas, Masyarakat Diminta Tak Cepat Beri Cap Negatif

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sambas, Lerry Kurniawan Figo.

SAMBAS, insidepontianak.com – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sambas, Lerry Kurniawan Figo meminta semua pihak tidak buru-buru mencap buruk seorang anggota dewan Kabupaten Sambas yang diduga terlibat kasus video call sex (vcs) sebagaimana ramai di jagat media sosial. Karena itu, dia pun mengajak masyarakat agar mempercayakan Badan Kehormatan (BK) DPRD Sambas bekerja menangani masalah tersebut.

Jika memang benar yang bersangkutan adalah anggota DPRD dari partai Hanura, Lerry sangat prihatin.

Bacaan Lainnya

“Beliau ini anggota dan rekanan saya di Komisi I. Dalam kesehariannya sebagai anggota DPRD yang bersangkutan sangat aktif dan menjalankan tugasnya dengan baik, dan bertanggungjawab,” kata Lerry, Kamis (17/9/2020).

Bahkan dalam kesehariannya sebagai anggota DPRD, yang bersangkutan merupakan orang yang bertanggungjawab dengan pekerjaanya sebagai wakil rakyat di parlemen Sambas.

“Beliau (BD) orang baik dan mudah bergaul dengan siapapun. Kita minta masyarakat tak menstigma beliau negatif,” pesan Lerry.

Jika pun dalam proses klarifikasi di BK nanti, dewan yang bersangkutan terbukti melakukan kekhilafan, Lerry memastikan BK akan melakukan langkah-langkah yang tepat dalam pemberian sanksi, sesuai mekanisme yang berlaku.

“Jadi, kita serahkan saja sepenuhnya kepada Badan Kehormatan (BK) untuk menangani masalah ini. Saya kira, jika hasil pemeriksaan dari BK nanti terbukti ada pelanggaraan, tentu ada sanksi yang akan diberikan. Tapi saya kira sifatnya pembinaan saja,” tutupnya.

Sebelumnya, Polda Kalimantan Barat tengah menyelidiki kasus video call sex (vcs) mirip anggota DPRD Sambas yang tersebar di media sosial. Saat ini, mereka masih melakukan gelar perkara.

“Kasus ini ditangani Polres Sambas, dan masih gelar perkara,” kata Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Donny Charles Go kepada insidepontianak.com, Rabu (16/9/2020).

Donny enggan menjawab saat ditanya rencana pemanggilan para saksi, termasuk orang yang diduga mirip anggota DPRD Sambas tersebut. Kasus yang ditangani berupa upaya pemerasan.

Dia menyampaikan hanya akan menunggu hasil gelar perkara.

Sebelumnya video call sex (vcs) mirip anggota DPRD Sambas tersebar di media sosial. Video yang masing-masing berdurasi 02.20 menit itu diunggah dalam sebuah akun di Twiter, 10 September 2020 lalu.

Dalam video itu, tampak lelaki setengah bugil yang mirip anggota DPRD Sambas tengah melakukan panggilan video mesum dengan perempuan telanjang.

Di video pertama, lelaki itu berdiri di ruangan seperti kamar mandi. Sedang di video berikutnya lelaki mirip anggota DPRD Sambas itu tengah berbaring.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *