Pelabuhan Miliaran Mangkrak, DPRD Kalbar Panggil Pelindo

PANGGIL - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Barat memanggil Pelindo cabang Pontianak terkait mangkraknya pembangunan pelabuhan peti kemas di Ketapang senilai Rp45,3 Miliar di Ruang Rapat Badan Anggaran, Kamis (17/9/2020).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Barat memanggil Pelindo cabang Pontianak terkait mangkraknya pembangunan pelabuhan peti kemas di Ketapang senilai Rp45,3 Miliar, Kamis (17/9/2020). Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Badan Anggaran, dipimpin Ketua Komisi IV, H Subhan dan dihadiri General Manager Pelindo, Udin Mahmudin.

Usai pertemuan itu, Udin menuturkan, mangkraknya pembangunan peti kemas di Ketapang berawal dari ketidaksesuaian spesifikasi material tiang pancang yang dibangun kontraktor. Menurutnya kontraktor telah lalai mendatangkan material yang tak sesuai aturan.

Bacaan Lainnya

“Makanya dari awal kita sudah minta kontraktor untuk diganti, namun sampai berakhirnya kontrak, kontaktor tidak bisa mendatangkan tiang,” katanya.

Pelindo berencana mengganti kontraktor, termasuk melakukan evaluasi apakah akan dilakukan pembangunan ulang. Selain itu, mereka juga belum melakukan pembayaran sepeserpun kepada kontraktor, sehingga mereka mengklaim belum ada kerugian negara dalam perkara ini.

Namun saat ditanya alasan memilih kontraktor tersebut, Udin tak bisa menjawab. Dia mengaku tidak tahu, bagaimana prosesnya.

“Saya tidak tahu, itukan proses lelang, siapa yang dapat, dan saya kan baru di sini,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *