43 Bandar Narkoba Kalbar Dipindahkan ke Nusakambangan, Sebagian Dapat Hukuman Mati

PERJALANAN - Sebanyak 43 bandar narkoba Kalbar dalam perjalanan menuju Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (17/9/2020).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Sebanyak 43 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang tak lain merupakan bandar narkotika Kalimantan Barat dipindahkan dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pontianak dan Rumah Tahanan Kelas IIA Pontianak ke Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (17/9/2020).

Mereka diberangkatkan dari Lanud Supadio menggunakan Pesawat Hercules TNI AU dengan pengawalan ketat Satuan Brimob Polda Kalbar dan TNI AU.

Bacaan Lainnya

Sebelum diberangkatkan, mereka terlebih dahulu dilakukan rapid test oleh Tim Satuan Tugas Keamanan dan Ketertiban serta tim kesehatan Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Kalbar.

Kepala Divisi Pemasyarakatan, Suprobowati mengatakan, proses pemindahan WBP dari Lapas/Rutan di Kalbar ke Nusakambangan, Jateng, sudah menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Malam sebelum pemindahan, tim kami bagi menjadi dua. Ada yang melakukan rapid test di Lapas Pontianak, satunya lagi di Rutan Pontianak,” ujarnya.

Dari 43 WBP tersebut ada yang telah mendapatkan hukuman mati, seumur hidup dan Narapidana High Risk. Setibanya di Nusakambangan, mereka ditempatkan pada tiga Lapas yang berbeda.

“Kita pecah WBP menjadi tiga tujuan pemindahan. 23 WBP di Lapas Kelas IIA Karanganyar, 10 di Lapas Kelas IIA Besi dan 10 orang lagi di Lapas Kelas IIA Narkotika,” ucap Suprobowati.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenkum HAM Kalbar, Pramella Yunidar Pasaribu, didampingi Danlanud Supadio, Marsekal Pertama TNI Palito Sitorus, Kepala Divisi Administrasi, Anggiat Ferdinan, sesaat sebelum melepas rombongan menegaskan bahwa pemindahan 43 WBP kasus narkotika adalah merupakan bentuk keseriusan dan komitmen Kemenkumham dalam memberantas peredaran narkoba di Indonesia.

“Kami berharap dengan dipindahkannya 43 WBP ke Nusakambangan secara langsung maupun tidak langsung dapat menekan jumlah kasus penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Indonesia,” ucap Pramella.

Selain itu Pramella berharap WBP yang dipindahkan ke Nusakambangan akan mendapatkan pembinaan yang lebih baik lagi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *