Kasus Video Call Sex Diduga Anggota DPRD Sambas, Kapolres: Yang Bersangkutan Merasa Diperas Oknum Teman Chat

ilustrasi.

SAMBAS, insidepontianak.com – Kepolisian Polres Sambas masih menyelidiki kasus video call sex (vcs) yang diduga dilakukan anggota dewan Kabupaten Sambas. Kepada petugas, anggota dewan dari partai Hanura tersebut mengaku diperas oknum teman via chat.

“Sudah dilakukan klarifikasi kepada yang bersangkutan. Inti pemeriksaannya yang bersangkutan merasa dirinya diperas oleh oknum teman via chat,” kata Kapolres Sambas, AKBP Robertus Bellariminus Herry Ananto Pratiknyo kepada insidepontianak.com saat dikonfirmasi via WhatsApp, Kamis (17/9/2020).

Bacaan Lainnya

Robertus belum menjawab, sejak kapan pemerasan itu dialami korban, dan siapa pelaku pemerasan. Namun, dia memastikan kasus ini masih ditangani Polres Sambas.

Sebelumnya, beredar video call sex (vcs) diduga anggota DPRD Sambas kader partai Hanura di media sosial. Video yang masing-masing berdurasi 02.20 menit itu diunggah dalam sebuah akun di Twiter, 10 September 2020 lalu.

Dalam video itu, tampak lelaki setengah bugil yang diduga anggota DPRD Sambas tengah asyik melakukan panggilan video mesum dengan perempuan telanjang. Di video pertama, lelaki itu berdiri di ruangan seperti kamar mandi. Sedang di video berikutnya lelaki mirip anggota DPRD Sambas tersebut tengah berbaring.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *