Temuan Stiker Atbah-Hairiah di Paket Pangan Nakes, Hairiah: Saya Dukung Penyelidikan

DAFTAR - Pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Sambas, Atbah dan Hairiah ketika mendaftar di KPU Sambas, Sabtu (5/9/2020).

SAMBAS, insidepontianak.com – Bakal calon Wakil Bupati Sambas, Hairiah mendukung penyelidikan untuk mengungkap temuan stiker Atbah-Hairiah (AHA) dalam paket bahan pangan tambahan nakes di Puskesmas Semparuk. Temuan itu diduga melanggar Pasal 71 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota.

“Saya dukung untuk dilakukan penyelidikan supaya clear ya. Sumber dana silakan tanya Pak Kadis,” katanya, Sabtu (19/9/2020).

Bacaan Lainnya

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, Fatah Maryuniani mengaku tak mengetahui sumber bantuan pangan tambahan yang diterima tenaga kesehatan (nakes) honorer Puskesmas Semparuk yang di dalamnya berisi stiker pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sambas petahana, Atbah-Hairiah (AHA). Dia mengatakan bantuan itu disalurkan langsung ke Puskesmas tanpa melalui Dinas Kesehatan.

“Waduh saya kurang tahu juga, soalnya bantuan langsung ke Puskesmas gak lewat Dinkes,” ungkap Fatah Maryuniani kepada insidepontianak.com.

Terlepas dari adanya stiker tersebut, Dinkes berterima kasih atas bantuan yang diberikan kepada petugas non PNS.

“Mereka emang sangat perlu, dari siapapun yang bantu pasti diterima,” pungkasnya.

PELANGGARAN – Stiker Atbah-Hairiah, calon Bupati dan Wakil Bupati Sambas petahana didalam paket bahan pangan tambahan untuk para nakes di Puskesmas Semparuk, Jumat (18/9/2020). ISTIMEWA

Diberitakan sebelumnya, sejumlah tenaga kesehatan honorer di Kabupaten Sambas menerima paket bahan pangan tambahan yang didalamnya berisi stiker pasangan calon Bupati dan Wakil Sambas petahana, Atbah-Hairiah (AHA). Paket itu dibagikan Jumat (18/9/2020). Temuan ini diduga melanggar Pasal 71 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota.

Paket berbungkus totebag putih bertuliskan ‘Paket Bahan Pangan Tambahan Bagi Nakes dan Non Nakes Bukan ASN Pada Pandemi Covid-19’ tersebut, berisi kacang tanah, kacang hijau, kornet, tepung, dan sarden.

Salah satu tenaga honorer di Puskesmas Semparuk yang enggan disebutkan namanya mengakui telah menerima paket sembako yang berisikan stiker pasangan Atbah-Hairiah (AHA).

“Benar, kemarin siang saya terima. Ada stiker AHA di dalamnya,” katanya, Sabtu (19/8/2020).

Walau menerima paket itu, dia tidak tahu siapa yang membagikan, dan dari mana sumber dananya.

“Saya kurang tahu, soalnya saya datang dari lapangan sudah dibagi-bagi,” jelasnya.

Di Puskesmas Semparuk, ada lebih dari 30 tenaga honorer. Saat pembagian itu, penerima juga tak diharuskan menandatangani bukti serah terima.

Temuan ini pun diduga melanggar Pasal 71 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota.

Pasal 71 Ayat (3) berbunyi, “Gubernur atau wakil gubernur, bupati atau wakil bupati, dan wali kota atau wakil wali kota dilarang menggunakan kewenangan, program, dan kegiatan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon baik di daerah sendiri maupun di daerah lain dalam waktu 6 bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon sampai dengan penetapan pasangan calon terpilih.”

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *