Bawaslu Ungkap Paket Pangan Tambahan Nakes Berstiker Atbah-Hairiah dalam Tujuh Hari

TELUSURI - Tim Panwaslu Kecamatan ketika memfoto bukti temuan stiker Atbah-Hairiah di paket bahan pangan nakes, Sabtu (19/9/2020). BAWASLU SAMBAS

PONTIANAK, insidepontianak.com – Komisioner Bawaslu Kabupaten Sambas, Ikhlas menargetkan penelusuran informasi dugaan pelanggaran paket pangan tambahan tenaga kesehatan yang di dalamnya ditemukan stiker Atbah-Hairiah (AHA) akan diungkap selambat-lambatnya selama tujuh hari.

“Kita berharap juga, masyarakat membuat laporan supaya hal ini bisa mudah diproses,” katanya, Minggu (20/9/2020).

Bacaan Lainnya

Dia menegaskan, Bawaslu lewat Panwascam sudah mulai menelusuri informasi pembagian paket sembako yang berstiker bapaslon petahana Pilkada Sambas, Atbah-Hairiah untuk tenaga kesehatan di Puskesmas Semparuk.

“Tim Panwaslu di Kecamatan tengah melakukan penelusuran,” ujarnya.

Penelusuran tersebut merupakan langkah awal untuk mengumpulkan barang bukti. Bila barang bukti berhasil didapat, baru bisa dijadikan temuan untuk diproses.

“Hasil penelusuran diperlukan untuk syarat formil,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah tenaga kesehatan honorer di Kabupaten Sambas menerima paket bahan pangan tambahan yang didalamnya berisi stiker pasangan calon Bupati dan Wakil Sambas petahana, Atbah-Hairiah (AHA). Paket itu dibagikan Jumat (18/9/2020). Temuan ini diduga melanggar Pasal 71 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota.

Paket berbungkus totebag putih bertuliskan ‘Paket Bahan Pangan Tambahan Bagi Nakes dan Non Nakes Bukan ASN Pada Pandemi Covid-19’ tersebut, berisi kacang tanah, kacang hijau, kornet, tepung, dan sarden. Di sisi lain, tertulis paket berasal dari Bantuan Dana Siap Pakai BNPB.

Salah satu tenaga honorer di Puskesmas Semparuk yang enggan disebutkan namanya mengakui telah menerima paket sembako yang berisikan stiker pasangan Atbah-Hairiah (AHA).

“Benar, kemarin siang saya terima. Ada stiker AHA di dalamnya,” katanya, Sabtu (19/8/2020).

PELANGGARAN – Stiker Atbah-Hairiah, calon Bupati dan Wakil Bupati Sambas petahana didalam paket bahan pangan tambahan untuk para nakes di Puskesmas Semparuk, Jumat (18/9/2020). ISTIMEWA

Walau menerima paket itu, dia tidak tahu siapa yang membagikan, dan dari mana sumber dananya.

“Saya kurang tahu, soalnya saya datang dari lapangan sudah dibagi-bagi,” jelasnya.

Di Puskesmas Semparuk, ada lebih dari 30 tenaga honorer. Saat pembagian itu, penerima juga tak diharuskan menandatangani bukti serah terima.

Temuan ini pun diduga melanggar Pasal 71 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota.

Pasal 71 Ayat (3) berbunyi, “Gubernur atau wakil gubernur, bupati atau wakil bupati, dan wali kota atau wakil wali kota dilarang menggunakan kewenangan, program, dan kegiatan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon baik di daerah sendiri maupun di daerah lain dalam waktu 6 bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon sampai dengan penetapan pasangan calon terpilih.”

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *