Edi Kamtono: Tes CPNS Bantu Isi Kekurangan ASN Pontianak

TES - Para peserta tes SKB CPNS Pontianak mengikuti tes di Gedung Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Kepegawaian Negara (BKN) Graha Korpri, Jumat (18/9/2020). PROKOPIM PONTIANAK

PONTIANAK, insidepontianak.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan adanya tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) membantu mengisi kekurangan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang saban tahun pensiun. Dia berharap proses tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang digelar di tengah pandemi ini bisa berjalan lancar dan sesuai rencana.

Dia mengingatkan agar panitia maupun peserta tetap mematuhi protokol kesehatan.

Bacaan Lainnya

“Patuhi tata tertib tes dan protokol kesehatan. Mereka yang lolos harus optimal dalam menjalankan tugas dan fungsinya,” katanya.

Tahun ini, sebanyak 740 peserta akan mengikuti tes SKB CPNS Kota Pontianak. SKB digelar mulai tanggal 18 hingga 23 September 2020 di Gedung Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Kepegawaian Negara (BKN) Graha Korpri. Pelaksanaan tes SKB dalam satu hari terbagi dalam tiga sesi.

Kepala UPT BKN Pontianak, Dedi Hafidin menerangkan, ada sedikit perbedaan dalam pelaksanaan tes tahun ini. Untuk pengumuman live skor seperti biasa dengan menempelkan hasil pada papan pengumuman tahun ini ditiadakan.

“Sebagai gantinya kita lakukan live streaming melalui kanal Youtube,” ujarnya saat ditemui di Kantor UPT BKN Pontianak Graha Korpri.

Hal tersebut sebagaimana surat edaran yang dikeluarkan BKN terkait pelaksanaan tes SKB di tengah pandemi Covid-19. Selain itu, setiap peserta yang akan mengikuti tes SKB juga wajib mematuhi protokol kesehatan.

Para peserta wajib mengenakan masker, panitia juga menyediakan hand gloves (sarung tangan) untuk dikenakan peserta. Sebelum memasuki ruang tes, para peserta juga diukur suhu tubuhnya dengan thermogun. Masing-masing meja peserta juga diberi jarak.

“Jadi pelaksanaan tes SKB ini sesuai dengan protokol kesehatan,” tuturnya.

Dedi menjelaskan, SKB merupakan tahap lanjutan bagi peserta yang sudah lulus Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Untuk penentuan kelulusan, komposisinya adalah 40 persen SKD dan 60 persen SKB.

“Nilai akhir yang diperoleh merupakan akumulasi antara SKD dan SKB sehingga nantinya bisa diketahui siapa yang akan diterima pada formasi tersebut,” ungkapnya.

Untuk komposisi soal, ada perbedaan untuk jabatan fungsional dari instansi terkait. Sementara untuk jabatan staf akan dipersiapkan dari panitia seleksi (pansel) nasional. Kemudian, soal SKB terbagi menjadi dua, yakni jumlah 80 soal dan 100 soal, tergantung pada formasi yang dilamar.

“Semua formasi waktu tempuhnya sama yakni 90 menit,” imbuhnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *