Wakil Rakyat Minta Anggota Satlantas Diduga Setubuhi Anak Bawah Umur Pelanggar Lalu Lintas Dihukum Berat

Wakil Ketua DPRD Mempawah, Darwis. ISTIMEWA

MEMPAWAH, insidepontianak.com – Wakil Rakyat Dapil Kecamatan Segedong-Jongkat, Darwis meminta anggota polisi Satuan Lalulintas Polresta Pontianak Kota berinsial DY, yang diduga menyetubuhi anak bawah umur pelanggar lalu lintas dihukum berat. Terlebih diketahu, korban merupakan warga Kabupaten Mempawah.

Pemerkosaan tersebut diduga terjadi di salah satu hotel usai korban melanggar lalu lintas di Pontianak. Korban telah melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian. Darwis pun mengecam perbuatan tersebut.

Bacaan Lainnya

“Saya sangat prihatin sekali mendengar adanya kasus yang menimpa warga Mempawah tersebut. Terlebih lagi dia adalah anak di bawah umur dan pelaku adalah oknum anggota kepolisian. Saya minta pelaku dihukum seberat-beratnya,” katanya.

Darwis mengatakan, pelaku sudah menghancurkan masa depan anak tersebut. Dia menilai itu adalah kejahatan kemanusiaan yang masuk kategori pelanggaran berat. Dia menduga korban saat ini sedang trauma psikologis.

“Pemerintah Kabupaten Mempawah dari dinas terkait harus mengambil tindakan, anak tersebut butuh pendampingan dan pemulihan psikologis. Kalau bisa Pemerintah harus mengakomodir psikolog untuk melakukan pendampingan terhadap anak tersebut,” mintanya.

Selain pendampingan psikologis, Darwis juga meminta Pemerintah Kabupaten Mempawah memberikan bantuan hukum terhadap korban. Sebab kasus ini sudah masuk ranah kepolisian maka dari itu Pemerintah tidak boleh diam.

Sebelumnya, Kapolresta Pontianak Kota, Kombes Pol Komarudin memastikan pihaknya serius menangani kasus pencabulan yang diduga dilakukan anggota Satlantas Pontianak berinisial DY kepada seorang anak di bawah umur, pelanggar lalu lintas. Saat ini, polisi berpangkat Brigadir itu masih menjalani pemeriksaan, dan telah diamankan sejak, Rabu (16/9/2020).

“Kami pastikan sekali lagi kami serius menangani kasus ini. Yang bersangkutan masih diperiksa dan sudah kita amankan, sejak Rabu kemarin,” kata Kapolresta Pontianak Kota, Kombes Pol Komarudin.

Komarudin juga menjamin, proses hukum tersebut terus berjalan, manakala dugaan terbukti. Kasus ini pun akan mencoreng citra Polri di tengah upaya profesional, meskipun oknum yang melakukan pelanggaran.

Komaruddin menjelaskan, kasus ini berawal dari laporan orang tua korban dugaan perbuatan cabul anggota Satlantas Polresta Pontianak. Sebelum, laporan itu dilayangkan, anaknya yang baru berusia 15 tahun, diketahui belum pulang hingga sore hari. Sebelum menghilang, anak tersebut turun dari rumah bersama temannya ke Pontianak.

“Kemudian anak ini ditemukan dan diketahui bersama oknum anggota polisi Polresta Pontianak,” ungkapnya.

Berawal dari sanalah, Polisi melakukan penyelidikan. Anggota Satlantas itu langsung diperiksa, dan korban divisum, dan kini masih menunggu hasil.

Dari hasil penyidikan sementara, terduga pelaku telah melanggar disiplin, sebab yang bersangkutan bukanlah anggota lapangan Satlantas Polresta Pontianak Kota, namun hanya anggota staf.

“Namun saat dilaporkan dia sedang berada di lapangan,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Pontianak Kota, berinisial DY diduga menyetubuhi anak usia 15 tahun, seorang pelanggar lalu lintas. Aksi itu diduga dilakukan di sebuah hotel di kota Pontianak, Selasa, 15 September 2020 lalu.

Informasi yang dihimpun, kasus persetubuhan yang diduga dilakukan oknum polisi berpangkat Brigadir, bermula ketika korban dan temannya mengendarai motor bergoncengan melintas di Jalan Sultan Hamid dekat perempatan Hotel Garuda, Pontianak. Korban yang tak memakai helm, lantas diminta menepi ke Pos Garuda. Terduga pelaku lantas hendak memberi surat tilang, namun korban menolak.

Terduga pelaku kemudian meminta teman korban pergi, sementara korban tetap tinggal di pos tersebut. Pelaku membawa korban menuju salah satu hotel. Di sanalah, terduga pelaku yang masih mengenakan pakaian dinas, melakukan tindakan tidak terpuji.

Korban diduga disetubuhi, setelah itu pelaku meninggalkan korban seorang diri, hingga ditemukan temannya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *