Delapan Juta Keluarga Terima Total Rp15,4 Triliun Dana BLT Kemendes PDTT

SERAHKAN - Bupati Landak, Karolin menyerahkan buku tabungan Bank Kalbar kepada penerima BLT Dana Desa di Desa Hilir Kantor, Kecamatan Ngabang, Selasa (30/06/20). PROKOPIM LANDAK

JAKARTA, insidepontianak.com – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mencatat realisasi penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa tahap pertama mencapai Rp15,4 triliun. Bantuan sosial (bansos) itu telah dikantongi 8 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar mengatakan mayoritas atau 88 persen penerima BLT Dana Desa adalah petani dan buruh tani. Empat persen penerima adalah nelayan dan buruh nelayan, dua persen adalah buruh pabrik, satu persen guru, dan lima persen pedagang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Bacaan Lainnya

“Ini gambarkan sebaran sasaran BLT dana desa yang basisnya jelas petani dan buruh tani serta nelayan dan buruh nelayan,” ucap Abdul dalam konferensi pers usai rapat terbatas secara virtual, Kamis (24/9/2020).

Sbanyak 2,47 juta penerima adalah perempuan kepala keluarga yang seharusnya mendapatkan bantuan tapi belum terdata. Mereka baru terdeteksi dan diberikan bantuan lewat BLT Dana Desa.

Saat ini, masih ada sisa dana sebesar Rp52 triliun di rekening desa. Dari total dana itu, Abdul akan menggunakan Rp13,06 triliun untuk melanjutkan program BLT Dana Desa hingga Desember 2020. Sisanya sebesar Rp30,79 triliun akan digunakan untuk program padat karya. Dengan dana tersebut, Abdul optimistis bisa menyerap tenaga kerja sebanyak 7,05 juta.

“Ini akan digunakan untuk padat karya desa dengan syarat upah kerja harus di atas 50 persen,” kata Abdul.

Program padat karya tunai untuk Oktober, November, dan Desember 2020 akan fokus pada proyek yang tidak membutuhkan bahan-bahan yang mahal. Dengan begitu, sebagian besar dana bisa dialokasikan untuk membayar upah.

“Ini supaya penyerapan tenaga kerja banyak, dana yang beredar di masyarakat banyak sehingga menaikkan daya beli warga,” jelasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *