Kalbar Diterjang Banjir, Pengungsian Rawan Jadi Klaster Baru Covid-19

PENGUNGSI - Kondisi pengungsi banjir Di Desa Peniti II, Kecamatan Segedong, Selasa (8/9/2020).

JAKARTA, insidepontianak.com – Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengimbau Pemda serius memperhitungkan potensi penularan baru yang terjadi di lokasi pengungsian, mengingat Indonesia mulai memasuki musim penghujan sehingga tak luput dari bencana banjir. Salah satunya Kalimantan Barat.

“Kami ingin mendorong Pemerintah daerah agar siap siaga dan berupaya meminimalisir risiko penularan covid-19 selama musim hujan ini. Salah satu lokasi potensial menjadi klaster penyebaran covid-19 adalah lokasi pengungsian apabila terjadi banjir,” kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (24/9/2020).

Bacaan Lainnya

Kondisi di tempat pengungsian sangat rawan sebagai klaster penularan baru. Sebab kerumunan massa yang sedang dievakuasi dikhawatirkan tidak dapat mematuhi protokol kesehatan Covid-19 terkait jaga jarak dan penggunaan masker.

Dia meminta agar Kepala daerah mengevaluasi dan menyiapkan segala pola mitigasi bencana berikut penanganannya di lapangan. Selain kepada pemimpin daerah, Wiku pun meminta perhatian masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan yang meliputi 3M, yakni mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

“Tindakan disiplin dari masyarakat di pengungsian dengan tetap mematuhi protokol kesehatan ini dapat menekan potensi penularan tersebut,” kaya dia.

Pemerintah daerah diminta dapat memfasilitasi tempat pengungsian yang bersih dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Upaya teknis itu perlu dilakukan bilamana tidak memungkinkan jaga jarak terjadi di tempat pengungsian.

“DBD, lepra, tifus, diare dan penyakit kulit dan semua penyakit ini dapat menurunkan imunitas sehingga masyarakat menjadi rentan tertular oleh Covid-19,” jelas Wiku.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *