Emas Empat Kilo Dijarah hingga Rugi Rp15 Miliar, PT SRM Laporkan Aktor Demo Pengrusakan ke Polda

Kuasa hukum PT. Sultan Rafli Mandiri (SRM), Wawan Ardianto.

PONTIANAK, insidepontianak.com – PT. Sultan Rafli Mandiri (SRM) melaporkan aktor demo berujung penjarahan dan pengrusakan di perusahaan mereka yang berlangsung Kamis (17/9/2020) lalu ke Polda Kalbar, Rabu (23/9/2020). Pasalnya, akibat peristiwa itu, perusahaan mengalami rugi Rp15 Miliar. Sejumlah barang berharga seperti emas batangan dengan nomor seri 2008201 seberat 2.377,53 gram dan, nomor seri 2008z02 seberat 2.435,38 gram yang tersimpan di dalam brangkas baja raib. Diduga dirusak dengan alat bor.

Selain itu, adapula barang berharga lain seperti perak, sembako, beras dan barang lain yang hilang. Sampai saat ini, perusahan yang berada di Dusun Muatan Batu, Desa Kelampai, Kecamatan Tumbang Titi ini belum beroperasi.

Bacaan Lainnya

“Kita sudah melaporkan kasus demo yang berujung pengrusakan, penjarahan dan penganiayaan ini ke Polda Kalbar, 23 September 2020,” kata kuasa hukum PT. Sultan Rafli Mandiri (SRM), Wawan Ardianto kepada insidepontianak.com, Jumat (25/9/2020).

Selain pengrusakan dan penjarahan, penganiayaan pun dialami dua Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di PT. SRM. Mereka mendapatkan penganiayaan, hingga mengalami luka. Keduanya pun telah divisum.

Saat ini, PT. SRM telah melaporkan SR, orator aksi demo dan kawan-kawan, ke Polda Kalbar. Pelaporan itu disertai barang bukti berupa rekaman CCTV, video, foto, dan saksi-saksi yang berada di TKP saat aksi demo.

“Insyaallah pekan depan saksi-saksi akan mulai dipanggil,” pungkasnya.

Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Donny Charles Go membenarkan adanya laporan yang dilayangkan PT. Sultan Rafli Mandiri (SRM) terkait demo yang berujung pengrusakan, penjarahan, hingga penganiayaan di perusahan tambang Ketapang. Saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan.

Donny mengatakan, sehari setelah peristiwa itu, Ditreskrimsus Polda Kalbar sudah diperintahkan mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan penyelidikan. Saat ini prosesnya pun masih berjalan, namun Donny belum menjelaskan kapan rencana pemanggilan saksi-saksi dilakukan.

“Untuk pemanggilan, saya belum bisa komentari,” pungkasnya.

Dalam demo tersebut, perusahaan dituding beroperasi secara ilegal. Kuasa hukum PT Sultan Rafli Mandiri, Wawan Ardianto menepis tudingan itu. Dia memastikan, surat perpanjangan izin operasional yang diwajibkan setiap 10 tahun, telah dikantongi. Dasarnya, surat keputusan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor:40/I/IUP/PMA/2020 tentang Persetujuan Penyesuaian Jangka Waktu Izin Usaha Pertambangan Tahap Kegiatan Operasional Produksi Mineral Logam untuk Komoditas Emas kepada PT Sultan Rafli Mandiri.

“Jadi semua perizinan, kita sudah clear,” katanya.

Tudingan perusahan mempekerjakan TKA secara ilegal, dan tidak mengakomodir warga setempat juga dibantah. Menurut Wawan, seluruh TKA yang bekerja di PT SuItan Rafli Mandiri adalah pekerja yang legal dan segala izin kerjanya sudah dijamin oleh undang-undang.

“Bahwa menanggapi isu yang beredar mengenai Tenaga Kerja Asing llegal adalah tidak benar. Yang benar adalah Tenaga Kerja Asing tertahan dikarenakan ada Covid-19, sehingga tidak bisa pulang ke Tiongkok. Dan PT Sultan Rafi Mandiri selalu mengakomodir kepentingan masyarakat sekitar. Dan PT Sultan Rafli Mandiri juga merekrut masyarakat sekitar untuk dipekerjakan,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *