Pasutri Pengamen Jalanan Pontianak Kumpulkan Receh hingga Punya Mobil Agya

NGAMEN - Dwi Halijah dan Indra, pasangan pengamen asal Pontianak usai ngamen di Mempawah.

MEMPAWAH, insidepontianak.com – Viral di medsos, pasangan suami-istri (pasutri) yang sedang mengamen di kawasan Kota Mempawah punya mobil mewah. Belakangan diketahui, pasutri tersebut adalah Dwi Halijah dan Indra. Mereka berasal dari Kota Pontianak dan merantau ke Singkawang.

Saat sedang mengamen di salah satu kafe di Mempawah, mereka ternyata mengendarai mobil Agya warna silver. Hal tersebut menarik perhatian orang banyak. Apalagi usai mengamen, mereka pergi menuju mobil yang terparkir di halaman Masjid Syi’ar Muslimin di Jalan Nusa Indah.

Bacaan Lainnya

Indra adalah seorang tunanetra. Pasutri tersebut keliling pasar menghibur orang dengan nyanyian. Mereka berbagi peran, suaminya memegang speaker dan istrinya bernyanyi.

Saat diwawancarai, Dwi Halijah mengakui kalau mobil senilai ratusan juta tersebut milik mereka. Kendaraan itu mereka peroleh hasil menabung bertahun-tahun.

“Kalau kawan-kawan (pengamen) yang lain mungkin uangnya dihambur-hamburkan, kalau kami ditabung dan uangnya bisa menghasilkan barang, dan inilah hasilnya,” katan Dwi Halijah sembari menunjuk mobil miliknya.

Menurut dia, tidaklah salah seorang pengamen jalanan punya mobil mewah. Mereka menggunakan mobil untuk menghindari hujan dan panas.

“Kami menggunakan mobil untuk menghindari hujan dan panas, apakah salah kami punya mobil, sebelumnya kami menggunakan sepeda motor, bertahun-tahun menabung kami bisa membeli mobil,” katanya.

Pasutri tersebut membantah jika disebut mengemis dan meminta-minta. Mereka mengaku hanya menghibur orang lain dengan bernyanyi dan tidak pernah memaksa jika tidak diberi sedekah.

“Boleh tanya di pasar-pasar kami tidak pernah memaksa orang lain memberi sedekah. Kalau mereka tidak mempedulikan kami saat bernyanyi, kami pergi,” katanya.

Dwi Halijah mengatakan saat ini dia memiliki dua orang anak yang sedang duduk di bangku sekolah dasar. Sementara suaminya yang tunanetra sejak anaknya kecil membuat mereka harus bekerja sebagai pengamen jalanan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *