Hampir Seminggu Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak Banjar Serasan, Polisi Temukan Bukti Pelaku

MENDIANG - Geby, salah satu korban yang ditemukan tewas di rumahnya di Kelurahan Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur, Rabu (23/9/2020).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Enam hari berlalu, kasus pembunuhan sadis menimpa ibu dan anak, di Jalan Tanjung Harapan, Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur, Rabu (23/9/2020) malam, belum ada titik terang. Hingga kini, polisi terus memburu pelaku.

Namun, mereka mengklaim kini menemukan bukti baru yang semakin mengerucut pada pelaku.

Bacaan Lainnya

“Insyaallah sudah semakin mengerucut,” terang Kapolresta Pontianak Kota, Kombes Pol Komarudin kepada insidepontianak.com.

Komarudin mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus pembunuhan yang menewaskan Sumi (40) dan putrinya Geby (19). Selain mengumpulkan bukti-bukti, polisi kembali melakukan olah TKP untuk menguatkan bukti-bukti dan menambah keyakinan penyidik siapa pelaku dari kejadian tersebut.

Sebelumnya, masyarakat digegerkan dengan penemuan mayat ibu dan anak di sebuah rumah di Jalan Tanjung Harapan, Banjar Serasan, Rabu (23/9/2020) malam.

Jasad keduanya ditemukan pertama kali oleh keluarga korban dengan kondisi tergeletak di lantai dengan darah mengering. Diduga mereka merupakan korban pembunuhan.

Yogi salah satu keluarga korban menuturkan, penemuan tersebut bermula saat keluarga merasa curiga lantaran tiga hari terakhir ponsel korban tak bisa dihubungi.

“Handphonenya aktif tapi gak diangkat,” terangnya.

Kecurigaan itu, menuntun keluarga berkumpul dan mendatangi rumah
Sumi. Setibanya di sana, keluarga menemukan kejanggalan. Mereka menemukan lampu rumah mati, namun gorden jendela keluar.

“Saat melihat dari jendela ada yang tergeletak, kemudian pintu didobrak. Setelah melihat si Umi sudah meninggal di ruang tamu. Sedangkan jenazah Geby di ruang tengah,” terangnya.

Saat ditemukan, terdapat darah yang sudah mengering. Diperkirakan korban meninggal dua hari terakhir.

Selama ini korban diketahui tinggal bersama anak dan suami barunya yang disapa Alau. Namun saat penemuan tersebut, suami barunya tak berada di tempat dan tak diketahui keberadaannya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *