Hari Pertama Pembatasan Aktivitas Malam, Edi: Pelaku Usaha Mulai Disiplin

Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menilai, banyak pelaku usaha yang sudah memahami pembatasan aktivitas malam yang sejak Senin diberlakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak. Hari perdana penerapanan, banyak pelaku usaha yang disiplin dengan menutup usahanya sebelum pukul 21.00 WIB.

“Sebenarnya pelaku usaha sudah paham, dan mengerti, sehingga pukul 21.00 WIB sudah tutup. Namun ada beberapa yang masih buka, tapi ini persiapan karena masih ada pengunjung yang menyelesaikan makanan dan minumannya,” terang Edi Rusdi Kamtono, Selasa (29/9/2020).

Bacaan Lainnya

Edi berharap selama 14 hari ke depan pembatasan aktivitas malam dapat berjalan lancar. Sehingga sebaran Covid-19 dapat ditekan, bahkan tidak ada.

Sampai hari ini, ada 45 kasus konfirmasi Covid-19 di Pontianak baik yang dirawat di rusunawa, rumah sakit, maupun isolasi mandiri. Dia berharap pasien banyak yang sembuh, sehingga jumlah kasus konfirmasi bisa berkurang.

Sebelumnya, Edi Kamtono mengeluarkan kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat dalam rangka pengendalian peningkatan Covid-19 di Kota Pontianak. Uraiannya mencakup pembatasan aktivitas masyarakat di malam hari, pembatasan aktivitas di taman-taman kota, dan pembatasan aktivitas kegiatan rapat, pertemuan dan kegiatan lainnya.

“Membatasi operasional kegiatan usaha mulai pukul 22.00 WIB sampai dengan pukul 04.00 WIB, kecuali untuk aktivitas yang bersifat kedaruratan dan pelayanan kesehatan seperti rumah sakit dan lain-lain,” tulis diktum ketiga Keputusan Wali Kota Pontianak Nomor 903/BPBD/Tahun 2020 yang ditandatangani 28 September 2020 itu.

Dalam poin keempat, pembatasan aktivitas di taman-taman kota hanya hingga pukul 21.00 WIB. Taman pun dibuka pukul 06.00 WIB.

Sementara pembatasan aktivitas kegiatan rapat, pertemuan dan kegiatan lainnya, maksudnya adalah membatasi jumlah
peserta rapat dan pertemuan lainnya paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan.

“Pembatasan aktivitas masyarakat berlaku selama 14 hari mulai tanggal 28 September 2020 sampai dengan tanggal 11 Oktober 2020 dan dapat diperpanjang bila diperlukan.”

Keputusan ini diambil menyikapi meningkatnya kasus Corona di Pontianak. Kini, Kota Khatulistiwa diambang zona merah. Hal serupa sempat terjadi bulan Mei lalu dengan puncak kasus di 31 Mei.

Kebijakan serupa ini juga dilaksanakan dan diklaim bisa menurunkan kasus positif. Terlebih di Kota Pontianak, sudah ada 258 kasus positif dengan sembilan orang meninggal dunia. Bahkan ada 1.159 orang yang kontak erat dengan pasien positif.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *