Holding Perkebunan Nusantara Targetkan Produksi Gula 2 Juta Ton pada 2024

Ilustrasi

JAKARTA, insidepontianak.com – Holding Perkebunan Nusantara yang menjadi induk dari anak perusahaan PTPN, menargetkan produksi gula konsumsi hingga 2 juta ton pada 2024, seiring dengan rencana kerja mereka yang akan meningkatkan luas tanam tebu.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara Muhammad Abdul Ghani menjelaskan saat ini luas areal budidaya tebu baru mencapai 55.000 hektare.

Bacaan Lainnya

Dalam roadmap lima tahun PTPN, perseroan berencana meningkatkan luas areal tebu hingga dua kali lipat. PTPN juga bekerja sama dengan Perhutani untuk memanfaatkan areal hutan sebagai budidaya tanaman tebu.

“Kita akan pastikan bahwa ke depan PTPN akan membantu pemerintah untuk kemandirian gula, paling tidak tahap pertama adalah gula konsumsi,” kata Abdul Ghani dalam webinar diselenggarakan di Jakarta, dilansir dari Antaranews, Selasa (29/9/2020).

Ghani menyebutkan bahwa untuk mencapai produksi gula 2 juta ton per tahun, setidaknya luas areal tanam yang harus ditambah mencapai 300.000 hekare dengan produktivitas tebu 7 ton per hektare.

Selain meningkatkan produktivitas pada tanaman, PTPN juga akan menggaet investor strategis untuk meningkatkan kemampuan pabrik-pabrik gula yang saat ini mencapai 43 unit. Namun dari total tersebut, hanya 34 pabrik yang beroperasi dengan durasi hanya 100 hari.

Ada pun PTPN dalam rencana kerjanya, menyatakan akan berfokus pada dua komoditas utama, yakni sawit dan gula sebagai bentuk komitmen perusahaan menjaga ketahanan pangan dan energi Nasional.

Namun di sisi lain, perseroan juga akan mengurangi area lahan perkebunan tanaman lainnya, yakni karet dan teh. Keputusan perseroan untuk mengurangi lahan perkebunan karet dan teh ini berdasarkan kebutuhan gula Nasional yang semakin meningkat.

Pada 2019 saja, kebutuhan gula nasional mencapai sekitar 6 juta ton, terdiri dari 3 juta ton gula konsumsi rumah tangga dan 3 juta ton untuk industri makanan dan minuman. Sementara itu, produksi gula dalam negeri baru mencapai 2,2 juta ton.

“Kalau ada 300.000 hektare areal tanam dengan produktivitas 7 ton, PTPN dalam lima tahun ke depan bisa menghasilkan gula 2 juta ton,” kata Ghani.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *