Kasus Kebakaran Gedung Kejagung, Polri Kembali Periksa 12 Saksi

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono. (Istimewa)

JAKARTA, insidepintianak.com – Tim penyidik gabungan Polri, Selasa (29/9/2020) kembali melakukan pemeriksaan terhadap 12 saksi terkait penyidikan kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung.

“Penyidik hari ini melakukan pemeriksaan terhadap 12 saksi,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono di Jakarta, dilansir dari Antaranews, Selasa (29/9/2020).

Bacaan Lainnya

Awi mengatakan sebanyak 12 saksi yang diperiksa tersebut antara lain petugas pengamanan dalam (pamdal), “cleaning service”, pegawai negeri sipil (PNS) Kejaksaan Agung, sopir, petugas pemadam kebakaran, dan saksi ahli dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Lebih lanjut, Awi mengatakan bahwa hari ini penyidik juga telah melaksanakan evaluasi pemeriksaan untuk percepatan penyidikan kasus dalam rangka penentuan tersangka.

“Penyidik juga melengkapi administrasi terkait dengan pembuatan resume, penyusunan resume terkait percepatan proses penyidikan,” kata Awi.

Dalam kesempatan itu, Awi juga menyampaikan bahwa penyidik juga tengah menyusun bahan paparan terkait rencana gelar perkara dengan jaksa penuntut umum (JPU) atau P-16 guna melaksanakan ekspose bersama.

“Rencananya akan dilaksanakan besok Rabu, 30 September 2020,” ujar Awi.

Dalam penyidikan kasus ini, penyidik Polri telah memeriksa 68 saksi termasuk tujuh ahli pada rentang 21-29 September 2020.

Dari hasil penyelidikan, Bareskrim Polri menyimpulkan bahwa sumber api bukan disebabkan adanya hubungan arus pendek listrik melainkan diduga karena “open flame” (nyala api terbuka).

Api berasal dari lantai 6 Ruang Rapat Biro Kepegawaian Kejaksaan Agung, kemudian api dengan cepat menjalar ke ruangan dan lantai lain karena diduga terdapat cairan minyak yang mengandung senyawa hidrokarbon serta kondisi gedung yang hanya disekat oleh bahan yang mudah terbakar seperti gipsum, lantai parket, panel HPL dan bahan mudah terbakar lainnya.

Penyidik terus memeriksa para saksi untuk menemukan pelaku penyebab terjadinya kebakaran hebat di Gedung Utama Kejaksaan Agung.

Pelaku nantinya bakal dijerat dengan Pasal 187 KUHP dan atau 188 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal kurungan penjara selama 15 tahun.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *