Kompol Bermawis: Polisi Rantau Terinspirasi Film Amerika

Wakapolres Mempawah, Kompol Bermawis.

Kemihnya memberontak, isinya kepenuhan. Pilihannya cuma dua; pindah tempat dan buruan hilang. Bermawis memilih tetap di tempat. Bah pun membasahi celananya. Berada dalam misi pengintaian, memang penuh kejutan.

Kejadian itu terekam jelas di ingatan Bermawis saat menjabat Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasatreskoba) Singkawang.

“Saya pernah terkencing dalam celana karena saking tidak tahan lagi. Mau buang air kecil tidak ada tempatnya. Sementara tempat mengintai target operasi tidak bisa ditinggalkan, kalau kita tinggalkan dia pasti kabur,” tuturnya.

Bandar narkoba yang disasar terkenal licin dan nekat. Kesempatan depan mata, tak boleh jadi sia-sia. Membawanya ke penjara, jadi motivasi.

Totalitas, memang jadi prinsip Bermawis yang kini menjabat Wakapolres Mempawah. Jenjang karier 29 tahun mengabdi di kepolisian.

Kompol Bermawis jadi anggota Polri sejak 1991. Dia mendaftar di institusi pengayom masyarakat tersebut, terinspirasi dari film Amerika “The Good Cop”. Orangtuanya setuju. Mereka pun bangga dengan posisinya saat itu.

UPACARA – Kompol Bermawis saat menjadi Kabag Ops Polres Sanggau pada tahun 2019. FACEBOOK BERMAWIS SYAIR

Selesai pendidikan Siswa Sekolah Bintara (SEBA) tahun 1992, Bermawis ditempatkan di Polresta Pontianak Kota sebagai anggota Satuan Sabhara. Memikul pangkat segitiga berwarna perak di bahunya atau sering disebut Brigadir Polisi Dua (Bripda).

“Waktu itu rasanya seperti kebahagiaan yang tiada tandingannya. Orangtua saya sangat bahagia dan bangga dengan saya. Kendati harus merantau jauh dari kampung halaman,” tuturnya.

Bermawis asli Nagari Padang Sibusuk, Sumatera Barat. Sebelumnya, sempat merantau ke Jakarta, Surabaya, dan Dili, ibukota Negara Timor Leste. Kini, tertambat di Kalimantan Barat.

Penyesuaian diri, jadi hal pertama yang harus dilakukan orang Mingkabau ini. Adat istiadat dan budaya di tanah rantau berbeda. Tapi kini, Bermawis malah fasih berbahasa Melayu layaknya orang Pontianak tulen.

Pria kelahiran 1968 itu seperti sudah tidak kelihatan Minangnya. Apalagi setelah berdomisili di Pontianak Timur. Mempersunting istri orang asli Pontianak bernama Ade Risna Sari dan dikaruniai dua orang anak, Redha Dhika Mahfuszan dan Nisrina Salsabila.

INSPEKTUR – Kompol Bermawis saat bertugas di Sanggau, tahun 2019. FACEBOOK BERMAWIS SYAIR

Malang melintang di Kalimantan Barat, Kompol Bermawis mengemban banyak jabatan dan keliling Kalbar. Lima tahun usai mengabdi di Satuan Sabhara Polresta Pontianak, dia dipindahkan ke Satuan Reserse pada tahun 1997. Pangkatnya sudah naik menjadi Briptu.

Tahun 2002 Kompol Bermawis mengikuti sekolah Perwira di Sukabumi. Per 24 Juni 2003, dia resmi menjadi Perwira Polri dengan jabatan IPDA. Dia ditugaskan di Polres Pontianak yang sekarang disebut Polres Mempawah sebagai Kepala Setra Pelayanan Kepolisian “A” sampai tahun 2004 dan dipindahkan menjadi Kanit I Satreskrim Polres Mempawah.

Tak lama, dia pindah ke Polsek Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya. Dulu masih Kabupaten Pontianak. Di sana menjabat Kanit Reskrim pada tahun 2005. Setahun setelah itu dia naik pangkat menjadi IPTU.

Setahun di Batu Ampar, Kompol Bermawis kembali dipanggil untuk bertugas di Pontianak sebagai Kanit IDIK I Satuan Reserse Narkoba tahun 2006. Kemudian tahun 2007-2009 menjabat sebagai Kapolsek Badau, Polres Kapuas Hulu. Pada tanggal 1 Juli 2009, pangkatnya naik menjadi AKP.

“Ditugaskan di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia memberikan saya banyak pengalaman. Tantangan cukup berat saya hadapi, apalagi dulu transportasi tidak selancar sekarang,” katanya.

Dua tahun di perbatasan, Kompol Bermawis ditarik ke Polda Kalbar sebagai Panit IDIK Panit II Unit III Sat Ops I Direktorat Reserse Kriminal. Pada tahun 2009, dia juga menjabat sebagai Pok Advokat Subbid Banhatkum Bid Binkum Polda Kalbar, hingga tahun 2010 dia kembali dimutasi ke Polres Singkawang.

PIMPIN – Bermawis saat memberikan pengarahan sebelum memulai operasi ketika menjabat Kapolsek Pontianak Barat, tahun 2018. FACEBOOK BERMAWIS SYAIR

Di sana, dia mengemban tugas sebagai Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasatreskoba). Selain pengalaman kencing di celana, prestasi lain juga didapat.

“Dalam dua hari saya juga pernah menangkap pelaku kejahatan di empat TKP berbeda. Semuanya tentu memberikan saya pengalaman yang berharga. Bagi saya ketika diberikan kepercayaan, saya harus berbuat sebaik mungkin,” katanya.

Dua tahun berlalu di Singkawang, dia dipindahkan sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sekadau tahun 2012 sampai 2013.

“Singkawang kota dengan penuh rasa toleransi. Di sana saya banyak belajar tentang bagaimana menghargai orang lain,” katanya.

Tahun 2013, Kompol Bermawis dipindahkan. Dia kembali dipercaya Polres Singkawang dan menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal. Jabatan itu dipegangnya sampai tahun 2015. Pada tanggal 1 Juli 2015, dia dilantik sebagai Kompol, jabatan itu melekat pada dirinya sampai sekarang.

PASANGKAN – Kompol Bermawis memasangkan masker ke pengendara sepeda motor dalam kampenye pencegahan Covid-19 di Mempawah, beberapa waktu lalu. YAK

“Pertengahan tahun 2015 saya kemudian di pindahkan ke Polda Kalbar dan menjabat sebagai Kanit I Subdit III, Tindak Pidana Korupsi Direktorat Reserse Kriminal Umum,” katanya.

Dua tahun mengabdi di Polda Kalbar dan bergelut dengan kasus-kasus korupsi. Kompol Bermawis dipindahkan lagi. Dia ditugaskan mengemban jabatan sebagai Kapolsek Pontianak Barat pada tahun 2017-2019.

“Pontianak Barat adalah wilayah dengan angka kriminal cukup signifikan. Di sana saya harus bekerja ekstra keras. Banyak pengalaman yang saya dapatkan di sana. Soal tanggung jawab, dan bagaimana menimbang rasa,” katanya.

Di Pontianak Barat, Kompol Bermawis dikenal orang yang bersahabat dengan siapapun. Dia kemudian dipindahkan menjadi Kabag Ops Polres Sanggau pada tahun 2019. Tak bertahan lama dia kembali dipindahkan sebagai Wakapolres Mempawah pada tahun 2020 sampai sekarang.

Di Mempawah, awal kedatangannya disambut pandemi Covid-19. Setiap hari dia harus melakukan tugasnya sebagai orang nomor dua di lingkungan Polres Mempawah. Tidak hanya mengurusi soal pandemi, di Bumi Galaherang dia juga menjalankan misi menjalin silaturahmi dengan masyarakat.

“Ke mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Begitulah kira-kira peribahasa yang cocok untuk menggambarkan diri saya sekarang. Bumi Galaherang ini kompleks. Saya butuh kerja sama dengan masyarakat agar bisa menjalankan tugas dengan baik di sini,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *