Pemutakhiran Berkelanjutan untuk Data Pemilih yang Akurat dan Berkualitas

Bey Mahmudin

Tahun ini, ada sembilan provinsi, 37 kota dan 224 kabupaten yang menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah Serentak. Berkenaan dengan pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih, KPU tingkat kabupaten dan kota baru saja mengumumkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan membuka tanggapan masyarakat sebelum nantinya DPS ditetapkan sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Sementara itu, untuk daerah yang tidak melaksanakan pemilihan, saat ini tengah berlangsung kegiatan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan. Kegiatan telah dimulai sejak Januari 2020 sampai dengan tiga bulan ke depan.

Bacaan Lainnya

Pemutakhiran data pemilih berkelanjutan merupakan amanat Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. KPU, mulai dari tingkat pusat hingga kabupaten dan kota berkewajiban melakukan pemutakhiran dan memelihara data pemilih secara berkelanjutan dengan memperhatikan data kependudukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Tujuan dari kegiatan ini untuk memperbaharui data pemilih guna mempermudah proses pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih pada Pemilu atau pemilihan berikutnya.

Dalam prosesnya, pemutakhiran data pemilih berkelanjutan menggunakan daftar pemilih tetap hasil Pemilu Serentak 2019 sebagai dasar data pemutakhiran. Pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil memberikan data kependudukan yang dikonsolidasikan setiap enam bulan sebagai bahan tambahan data pemutakhiran data pemilih.

Selain data konsolidasi maupun data updating hasil pelayanan administrasi kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di daerah, dalam rangka pemutakhiran data pemilih secara berkelanjutan ini, KPU tingkat kabupaten dan kota juga membuka layanan pelaporan dan tanggapan bagi masyarakat. Tak hanya pelaporan langsung, masyarakat dapat menyampaikan laporannya secara online, baik ke laman maupun aplikasi yang dimiliki oleh KPU.

Data yang diperoleh KPU baik dari Disdukcapil maupun masyarakat akan dilakukan pengecekan dengan disandingkan DPT terakhir. Apakah ditemukan adanya kegandaan atau kategori pemilih yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) lainnya untuk dibersihkan dalam daftar pemilih tetap. Demikian pula dengan penduduk setempat yang belum masuk dalam daftar pemilih, baik itu warga pindahan dari daerah luar, genap berusia 17 tahun, pensiunan TNI/Polri, maupun belum 17 tahun tapi sudah atau pernah menikah, maka KPU akan memasukkan warga tersebut dalam kategori potensi pemilih baru.

Andil Multipihak

Lebih dari pada pemutakhiran dan memelihara data, kegiatan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan ini sesungguhnya bermuara pada menjamin data pemilih yang akurat dan berkualitas.

Terlebih lagi bagi daerah yang tidak menyelenggarakan Pemilihan Serentak, karena tidak disibukkan dengan kegiatan pemilihan, ini menjadi langkah yang lebih awal untuk mulai membangun sistem daftar pemilih yang telah terbangun agar lebih akurat dan berkualitas pada pemilihan selanjutnya.

Kegiatan pemutakhiran data pemilih secara berkelanjutan ini juga sejatinya dapat meminimalisir kendala-kendala yang mungkin saja dihadapi pada tahapan pemutakhiran data pemilih dalam Pemilu atau pemilihan selanjutnya. Kita tahu pada Pemilu Serentak 2019, terjadi kendala dalam pendataan pemilih terutama daerah-daerah yang sulit dijangkau. Nah, dengan kegiatan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan ini, dengan laporan dari masyarakat dan koordinasi lintas instansi utamanya pihak Disdukcapil. Semoga kendala-kendala itu dapat terselesaikan.

Pemutakhiran data pemilih berkelanjutan guna membangun data pemilih yang akurat dan berkualitas, tentu saja harus ada andil dari berbagai pihak. Baik itu masyarakat bahkan partai politik. Keikutsertaan itu diejawantahkan dengan memberikan laporan ataupun tanggapan. Seperti adanya warga kategori pemilih meninggal dunia untuk dapat dilaporkan, sehingga masalah pemilih TMS karena meninggal dunia tapi masih masuk dalam DPT tidak lagi muncul. Demikian pula warga yang pindah domisili, baik masuk maupun keluar, kesalahan data sehingga terjadi data anomali, hal itu juga perlu laporan dari publik.

Akhirnya, kita sama-sama menginginkan ke depan data pemilih lebih akurat dan berkualitas. Untuk itu, dimulai dari sekarang, dari kegiatan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan yang dilakukan oleh KPU, dan tentu saja partisipasi aktif dari multipihak. Yuk, sukseskan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan tahun 2020.

Rabu, 30 September 2020

Penulis:

Umar Faruq, anggota KPU Kota Singkawang Divisi Perencanaan, Data dan Informasi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *